TOKO KUE YANG MENYEMBUHKAN LUKA
TOKO KUE YANG MENYEMBUHKAN LUKA
Oleh: Puji Rahayu Pratiwi, Mahasiswa Universitas Mataram
Judul Buku: Toko Kue Sudut Kota
Penulis: Caroline Puspojudo
Penerbit: Skuad
Tahun terbit: Mei, 2025
Jumlah halaman: 328 halaman
ISBN: 978-623-89749-3-1
Novel Toko Kue Sudut Kota
Karya Caroline Puspojudo merupakan karya fiksi remaja yang mengangkat tema
keluarga, kehilangan, dan proses penyembuhan diri. Cerita ini tidak hanya
menyajikan konflik emosional yang kuat, tetapi juga menghadirkan pesan tentang
harapan, keberanian, dan keinginan untuk bangkit dari luka masalalu. Dengan
alur yang menyentuh novel ini cocok dibaca oleh remaja maupun pembaca umum yang
menyukai kisah penuh perasaan.
Tokoh utama Azalea
Kailani tumbuh dengan kasih sayang keluarga pada masa kecilnya, tetapi hidupnya
berubah setelah sang ayah meninggal dalam perjalanan membeli kue saat ulang
tahunnya yang ketujuh.
Sejak saat itu ibunya
justru menyalahkan dirinya. Azalea tidak lagi mendapatkan kasih sayang seperti
anak pada umumnya, sehingga ia tumbuh dalam suasana yang dingin, sunyi, dan
penuh tekanan. Karena pengalaman pahit itu, Azalea menjadi pribadi yang
tertutup dan mengalami selective mutism, yaitu keadaan Ketika seseorang sulit
berbicara pada situasi tertentu karena tekanan batin.
Azalea mendapatakan
julukan si “BISU” di sekolah dan menjalani kehidupan yang sunyi dan penuh
kesepian. Ia tumbuh menjadi anak yang tertutup, sulit bergaul, dan selalu merasa
bersalah atas kematian ayahnya. Namun dibalik semua kesedihan itu, Azalea tetap
mempertahankan impan Besar yang diwarisi ayahnya membuka toko kue. Cita-cita
itu akhirnya terwujud Ketika ia berhasil membuka toko kue kecil di sudut kota.
Tempat ini menjadi ruang aman baginya untuk menyembuhkan luka masalalu dan
mengekspresikan diri melalu seni membuat kue.
Perubahan dalam hidup
Azalea mulai terjadi Ketika ia bertemu dengan rakhel, seorang kakak kelas yang
ramah dan dan hangat. Pertemuannya dengan rakhel babak baru dalam perjalanan
Azalea. Rakhel Adalah orang pertama yang bersedia mendengarkan Azalea tanpa
memaksanya berbicara, bahkan berusaha belajar Bahasa isyarat untuk
berkomunikasi dengannya.
Kehadiran Jaya, kakak
tiri Azalea yang awalnya tampak dingin, juga perlahan menghangat dalam
kebersamaan mereka. Namun, jalan menuju penyembuhan Azalea tidak mudah.
Kebencian ibu yang masih menggerali menjadi ancaman permanen dalam hidup Azalea.
Selain itu, Azalea pun harus menghadapi kenyataan bahwa Rakhel ternyata
memiliki masalalu dengan seorang mantan pacar.
Novel ini berfokus pada perjuangan
Azalea dalam mengahadapi rasa sakit, ketakutan dan kesepian. Berkembang dari
kehidupan yang penuh tekanan menuju proses penyembuhan diri. Kehadiran
tokoh-tokoh lain membantu Azalea memahami bahwa ia tak sendirian.
Latar toko kue memberi
suasana hangat dan menjadi simbol harapan serta mimpi yang ingin diraih. Alur cerita ini dibuat emosional sehingga
pembaca dapat merasakan pergulatan batin tokoh utama.
Cerita dalam novel ini tidak
hanya membahas konflik antara anak dan orangtua, tetapi juga mengangkat tema
penyembuhan diri. Azalea berusaha menerima kenyataan hidupnya, meskipun hal itu
tidak mudah.
Dalam proses tersebut, ia
menemukan dukungan dari orang sekitarnya. Dukungan itu membuatnya perlahan berani
membuka diri dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Mantap lanjutkan karyanya mbak Puji Rahayu
BalasHapusWOW BAGUSSS!!!
BalasHapusKEREEN MBAAK PUJII🔥🔥🔥
BalasHapusKERENNN🔥🔥
BalasHapusKRENN KAKA🔥🔥
BalasHapusSELAMAT Buat puji Rahayu Pratiwi.
BalasHapus