FTBI Kabupaten Rokan Hulu Angkat Kearifan Lokal dan Pendidikan Bermutu
FTBI Kabupaten Rokan Hulu Angkat Kearifan Lokal dan Pendidikan Bermutu
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rokan Hulu menggelar kegiatan Semarak Hardiknas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026 dengan tema “Bergerak Bersama Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menggali potensi peserta didik di bidang akademik, seni, budaya, dan literasi. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Alreza Ahyu, SE., M.Si. AK. di Hall Dinas Pendidikan, Pasir Pengaraian pada 27 April 2026.
(Gambar: Pelaksanaan FTBI Kabupaten Rokan Hulu)
Panitia pelaksana, Komar Zaman mengatakan “Peserta kegiatan Semarak Hardiknas Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026, jumlah peserta mencapai sebanyak 1.936 peserta didik, yang terdiri dari beberapa cabang perlombaan, yaitu Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dengan 7 kategori sebanyak 112 peserta, Lomba Senam Anak Indonesia Hebat (AIH) dengan 4 tingkatan sebanyak 448 peserta, Lomba Drumband tingkat SD dan SMP sebanyak 1.312 peserta, Lomba Menggambar dan Mewarnai sebanyak 64 peserta, serta Pameran Pendidikan. Seluruh kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang ekspresi, kreativitas, dan kompetisi sehat bagi peserta didik se-Kabupaten Rokan Hulu” Tegasnya.
(Gambar: Pelaksanaan FTBI Kabupaten Rokan Hulu)
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Rokan Hulu, karena lomba ini menjadi wadah pelestarian bahasa daerah dan budaya Melayu yang mulai jarang digunakan generasi muda. FTBI menghadirkan berbagai cabang lomba yang sarat nilai budaya dan literasi, seperti menulis dan membaca puisi, mendongeng, pidato, komedi tunggal (stand up comedy), tembang tradisi (syair), tulisan aksara Melayu, serta cerita pendek berbahasa Melayu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bentuk nyata revitalisasi bahasa ibu sebagai identitas budaya daerah.
(Gambar: Pelaksanaan FTBI Kabupaten Rokan Hulu)
Untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya, yaitu Adrian, S.Pd., Ratih Sukatmini, S.Pd., Resva Nur Amami, S.E., M.M., Nuratika, S.Hum., M.Pd., Wendri Muharyati, M.Pd., Arnita, S.Pd., M.AP., serta Berlian Novriendi, S.Hum., M.Pd. Para juri menilai peserta berdasarkan kemampuan berbahasa, kreativitas, penguasaan materi, penampilan, serta pemahaman terhadap nilai budaya Melayu yang menjadi ruh utama dalam perlombaan FTBI.
(Gambar: Pelaksanaan FTBI Kabupaten Rokan Hulu)
Guru pembimbing dari SMPN 1 Rambah, Andrimar, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan, “Saya memberikan apresiasi kepada Disdikpora Rokan Hulu atas pelaksanaan kegiatan perlombaan pada Hardiknas 2026. Kegiatan ini saya kira memberikan dampak positif bagi sekolah-sekolah pada khususnya untuk kembali menggali potensi anak didik terutama dalam revitalisasi kearifan lokal, mengingat kegiatan ini banyak mengangkat tema budaya.”
Menurutnya, kegiatan seperti FTBI sangat penting untuk membentuk karakter siswa sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.
(Gambar: Pelaksanaan FTBI Kabupaten Rokan Hulu)
Semarak Hardiknas 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga pada penguatan karakter, budaya, dan identitas daerah. Melalui FTBI, generasi muda Rokan Hulu diajak untuk kembali mencintai bahasa ibu, menjaga tradisi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Melayu. Dengan semangat bergerak bersama, pendidikan bermutu untuk semua bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata yang terus diwujudkan di Kabupaten Rokan Hulu.
(Gambar: Pelaksanaan FTBI Kabupaten Rokan Hulu)
Edy Warsoni selaku pembimbing kontingen Rambah Hilir menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah serta budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Rokan Hulu.
"FTBI ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena mampu menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan kemampuan berbahasa daerah. Saya melihat anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, memahami, dan melestarikan bahasa ibu mereka. Ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga upaya nyata menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman," ujar Edy Warsoni.
Penulis : Arnita Adam (Novelis, Jurnalis dn traveller)
Editor : Nuratika
Posting Komentar untuk "FTBI Kabupaten Rokan Hulu Angkat Kearifan Lokal dan Pendidikan Bermutu"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.