Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kucing di Pulau Setan (Jalan-Jalan Part 1 Bersama Lenggokbackpacker)

 Kucing di Pulau Setan


Berawal dari kunjungan tim backpacker Lenggok Media ke pulau Setan pada  tanggal 1 Januari 2021 bertepatan dengan hari Jumat.

Ketika kami memasuki pulau tersebut, Pulau Setan tidak seseram namanya.

Dikutip dari Wikipedia Pulau Setan adalah sebuah pulau yang termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Pulau ini tidak berpenduduk dan masyarakat sekitar pulau tersebut sering menyebut dengan nama Pulau Setan Kecil. Secara lengkap tentang sejarah Pulau Setan terdapat dalam sejarah Siboko.

 Kondisi umum Pulau Setan adalah berbukit dengan pantai berbatu yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan tingkat tinggi seperti kelapa, bakau dan semak.

Kami memasuki pulau Setan melalui kawasan Mandeh, dengan menggunakan boat sekitar 15 menit.

Berawal pada pagi hari,  setelah sholat subuh,  Aku berjalan menelusuri pantai, sementara  teman-teman tim backpaker masih tidur,  aku sendirian menapaki pantai yang mulai surut karena dibawa ombak ke tengah laut.

Dalam tiap langkah,  aku merasakan ada sesuatu yang mengiringi langkahku, aku berbalik ke kanan dan melihat seekor kucing.

 Aku memungut kucing berwarna abu-abu itu ke dalam  gendongku, ternyata kucing itu jinak sekali.

 Setelah mentari bersinar terang benderang.  Aku mulai memperhatikan apakah masih ada kucing lain dalam pulau itu.  

Namun aku tidak menemukan kucing lain. Ternyata kucing itu satu-satunya kucing yang kami temukan di kawasan Pulau setan Lalu aku menamai kucing tersebut dengan nama Kutan (Kucing di pulau Setan) 

Tim Backpaker Lenggok Media bukan satu-satunya komunitas yang camping pada malam itu di pulau Setan.

Ada dua tenda yang sudah berada di pulau Setan pada saat kedatangan kami.  Setelah melakukan silaturahmi, ternyata mereka anak-anak muda dari Dharmasraya.

Pagi sekali mereka sudah memasak naget, masih hangat, lalu mereka mengundangku untuk turut makan di camp mereka.

Undangan tidak boleh di tolak, apalagi undangan makan,  aku segera datang  sambil menggendong Kutan di pangkuanku.

Kemudian aku memperkenalkan kucing tersebut kepada mereka, 

“Aku  menemukan kucing ini, saat Subuh menjelma menyongsong mentari di pulau ini, jadi aku namakan saja Kutan, maksudnya  kucing di pulau Setan” tuturku

Kucing ini berbulu abu-abu dicampur  berbulu putih bagian perut. Meskipun kucing ini tinggal di pulau Setan,  tetapi tidak seseram kucing yang mengerikan seperti setan, melainkan kucing ini jinak dan bersih.  

Dari pengakuan salah satu pelaku wisata “Mengenai perihal kucing ini, aku kurang tahu banyak, namun yang aku tahu, kucing ini dibawa oleh seseorang ke pulau ini hingga sekarang masih hidup serta sehat seperti yang kamu lihat” ucapnya kepada tim Backpaker Lenggok Media.

Ketika hendak meninggalkan pulau, aku masih merindukan Kutan, semoga bisa berkunjung lagi kesini.


Penulis : Arnita Adam

 







Posting Komentar untuk "Kucing di Pulau Setan (Jalan-Jalan Part 1 Bersama Lenggokbackpacker)"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.