Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cerpen, "Persahabatan yang Dipisahkan oleh Jarak dan Waktu" Oleh Nurhalimah

Gambar oleh Annie Spratt dari Pixabay 

Saat itu aku berada dikelas 3 MA, setiap harinya kulalui bersama kedua sahabatku yaitu Annisa, dan Ridha. Kami bertiga sudah bersahabat dari kami kecil. Suatu hari, kami pernah membicarakan apa yang akan kami lakukan setelah kami lulus dari sekolah

Hari yang kami bertiga tunggu pun akhirnya tiba, dengan hati yang sedikit resah memikirkan nilai hasil UM kami, dikarnakan kami adalah lulusan “Corona” kami pun hanya melaksanakn Ujian Madrasah saja.

Setelah kami melihat hasil Ujian Madrasah kami yang cukup memuaskan, kaani pun tidak lupa untuk selalu bersyukur. Tidak lama kemudian, salah satu dari kami mulai mendaftarkan dirinya untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi lagi yaitu dunia perkulliahan. Salah satu dari kami ada yang melanjutkan jenjang perkuliahannya di Universitas Pasir Pangaraian, dan dua dari kami melanjutkan jenjang perkuliahan ditempat yang sama, yaitu di STKIP ROKANIA.

Suatu hari kami memutuskan untuk merayakan kelulusan dijenjang pendidikan Menengah Atas dan merayakan kelulusan telah diterima disebuah Perguruan Tinggi yang kami inginkan. Kami bertiga berkumpul ditempat biasanya kami nongkrong yaitu dirumah Ridha. Disaat itulah kami menyatakan perasaan bahagia kami, dikarnakan telah lulus dan diterima di Perguruan Tinggi yang kami inginkan, namun kami juga mengungkapkan perasaan haru yang menyelimuti hati kami dikarnakan kami akan dipisahkan oleh jarak dan waktu.

“Selamat ya guys” ucapku penuh rasa bahagia.

 

“Huft. Selamat juga untuk kalian berdua ya” jawab Annisa dengan sedih

 

“Udah gak usah sedih, kita tetep sahabt kok. Apapun yang terjadi kita akan selalu bersama!” Ucap Ridha yang seakan menenangkan kedua sahabatnya.

Tak lama kemudian Annisa pun mulai menahan air matanya.

 

“Kita cuman dipisahkan jarak dan waktu aja, kalau ada waktu luang kita kumpul lagi kayak ginilah yakan Dha” Teriakku yang seakan-akan ingin menghangatkan suasana.


“Iya diusahakan kumpul sesekali sebagai obat rindu, bisa tukar cerita, bisa tukar pengalaman dan mungkin bisa mengenalkan pasangannya” Jawab Ridha yang sangat tenang dan berusaha menenangkan keadaan.

“Kalian jangan lupain aku ya we! Nanti mentang-mentang kita udah gak barengan lagi kalian jadi lupain aku, dan jangan sombong ya kalau udah sukses” Ucap Annisa dengan raut wajahnya yang sangat sedih.

Seiring berjalannya waktu, kami mulai disibukkan dengan tugas dan disibukkan dengan dunia baru yaitu dunia Perkuliahan. Tapi disela-sea kesibukan, kami selalu bertukar kabar melalui media social.

Tibalah waktu luang, kami pun akhirnya bertemu kembali sembari bertukar cerita pengalaman bagaimana rasanya dunia baru yang dijalani.

“Wihhh makin cantik aja bre” Ucapku dengan teriak sembari senyum kepada Annisa

 

“Kamu pun makin cantik aja, Ridha kok makin gagah. Dihhh we kan jadi terharu gini aku setiap kumpul sama kalian” Jawab Annisa dengan penuh rasa bahagia dan haru

“Udahlah gak usah sedih lagi, tohkan kita udah kumpul. Yok yok tukar cerita” Jawab Ridha yang seakan-akan ingin menenangkan Annisa.

Dengan waktu yang cukup lama untuk kami bertukar cerita ada satu kata yang diucapkan Ridha untuk aku dan Annisa “Apapun keadaannya, bagaimanapun yang terjadi jangan pernah lupakan sahabat kalian. Selalu luangkan wkatu untuk kumpul, kalau ada masalah cerita, sealau kasi kabar walaupun hanya memalui chat ataupun SMS. Ingat kita ini sahabat yang udah kayak saudara kandung! Kalian harus semangat, kita harus sukses bareng-bareng!” Ucap Ridha dengan tenang dan merangkul kami berdua.

Hari-hari pun kami lalui dengan baik,dan selalu jaga komunikasi, selalu luangkan waktu untuk kumpul lagi. Setiap hari libur tiba, kami bertiga selalu luangkan waktu hanya untuk sekedar bertukar pengalaman dan menceritakan masalah yang dialami.

Aku berharap kami bertiga akan selalu menjadi sahabat yang baik dan mampu memahami satu sama lain. Aku berjanji akan selalu ada disaat kalian membutuhkanku.

Posting Komentar untuk "Cerpen, "Persahabatan yang Dipisahkan oleh Jarak dan Waktu" Oleh Nurhalimah"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.