Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Makan Ayam Panggang di Vietnam

 Perjuangan ke Vietnam untuk Menyaksikan Festival Kate

Bagian 6


Memotong Ayam dengan Mengucap Bismillah.


Setelah upacara adat selesai di kuil Po Rome, Dieu mengajak kami kerumah abang kandung nya, tidak jauh dari kuil Po Rome.  Ketika kami memasuki area rumah abang Dieu, sudah banyak tamu yang hadir di sana, mereka duduk di kursi mengelilingi meja yang tertata rapi, meja dan kursi bukan cuma satu melainkan ada sekitar  enam meja.  


(Gambar : Nik memotong ayam dengan mengucap bismillah)



Aku dan Nik memilih untuk duduk di kursi yang paling sudut.  Keluarga Dieu mengeluarkan berbagai hidangan diatas meja kami, ayam panggang, nasi putih,  Mie goreng,  pulut dipanggang dengan kacang, berbagai macam jenis minuman dan sup.  Tapi… eittt tunggu dulu, sebab Nik masih konsultasi dengan pemilik rumah bahwa kami tidak bisa makan makanan yang tidak halal, dan ayam yang dipotong tidak menyebut nama Allah.  


Akhirnya pemilik rumah meminta Nik untuk memotong ayam dengan mengucap bismillah, kemudian ayam tersebut mereka panggang satu ekor khusus buat kami.  Tak perlu menunggu terlalu lama, tak sampai satu jam ayam panggang dan hidangan lain telah tersaji di meja kami.

“Nik, Kita harus habiskan ayam ni, sebab jarang-jarang kita dapat makan ayam di Vietnam ni, kalau tak potong sendiri” ucapku pada Nik, tak sabar ingin melahap ayam panggang yang tersaji di meja kami.

“Iye kak” jawab Nik.  

Ternyata Dieu memperhatikan semua penjelasan Nik mengenai makanan halal, sehingga beliau sangat mengerti mana yang boleh aku makan dan mana yang tidak boleh aku makan.




Bersambung...


Penulis : Arnita Adam 

(Penulis Artikel, Novelis,  Traveller dan Jurnalis Wisata)


Editor : Nur Atika





Posting Komentar untuk "Makan Ayam Panggang di Vietnam"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.