Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pulau Cinta yang dicinta

Destinasi Pulau Cinta

"Memanggil untuk Mengabadikan Cinta"


Bosan nunggu dosen di kampus yang ngak muncul-muncul hari Sabtu kemarin membuat   aku  stress.  Aha... Kalau sudah stress berarti butuh liburan “Obat mujarab buat aku kalau lagi kesal adalah liburan”.  Segera ku telpon mantan murid anak Afrika tapi sekarang badannya sudah segede anak dewasa.  Namanya Piko.

“Pi! carikan tempat wisata alam yang dekat dengan Pekanbaru” ucapku di seberang telpon.  “Iya guru, aku tanya teman dulu” jawabnya.

Akhirnya dia mengirim pesan “Sebaiknya guru mengunjungi Pulau Cinta”

(Gambar : Waktu sunset di Pulau Cinta)


Bagi kamu yang tinggal di Pekanbaru atau di Kampar pasti mengenal tempat ini.   Pulau Cinta terletak di Teluk Jering Dusun Teluk Jering, Desa Teluk Kenidai, kabupaten Kampar, Riau.  Wisata air dan alam yang ditawarkan sungai Kampar sangat mempesona untuk mengabadikan cinta, anak, saudara, keluarga, teman dekat maupun gebetan cocok di bawa ke pulau ini sebab mengunjungi pulau ini  gratis, kamu hanya dikenakan biaya Rp. 10.000 untuk biaya parkir mobil dan Rp. 5.000 untuk parkir sepeda motor. 


Hari Sabtu dan Minggu merupakan hari-hari yang banyak pengunjung datang di pulau ini, Pulau Cinta juga akrab di sebut Teluk Jering.   Aku bersama Melisa juga Bram mengunjungi pulau ini hari Minggu mendekati sunset.   Di pintu gerbang masuk, kita akan disambut dengan gapura Selamat Datang di Teluk Jering.  


(Gambar : Melisa di gapura Pulau Cinta)


Ketika kami sampai waktu azan sholat Asar tiba, aku dan Melisa segera mendekati musholla yang dibangun apa adanya, jadi warga setempat berinisiatif ingin membangun musholla yang lebih baik, jika kamu ingin memberikan infak untuk pembangunan musholla ini,  silahkan saja memberikan infak seikhlasnya di kotak infak yang tersedia saat mengunjungi pulau ini. 

(Gambar : Musholla di Pulau Cinta)


Dari hasil wawancara Lenggok Media dengan salah satu penduduk setempat, sebelum tempat ini viral, masyarakat setempat menyebutnya “Pulau Alay”   sedangkan nama Pulau Cinta adalah pemberian dari mahasiswa dan wisatawan Riau yang camping tempat ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pulau adalah tanah (daratan) yang dikelilingi air (di laut, di sungai, atau di danau).  Tetapi siapa mengira bahwa Pulau Cinta disini adalah  hamparan pasir putih halus  terbentang di tepian sungai Kampar. 

(Gambar : Arnita Adam dan Melisa seru-seruan di atas pasir)


Datang ke pulau ini serasa kembali dimasa kanak-kanak yang bahagia, disini kamu bisa berayun sepuasnya hanya dengan membayar Rp. 5.000 saja, atau bermain pasir sepuasnya dengan gratis, hehee

(Gambar : Arnita Adam dan Melissa sedang berayun di Pulau Cinta)

Bukan itu saja berbagai jenis  fasilitas yang dapat disewa dengan harga terjangkau juga hadir disini,  seperti Gazebo dengan harga Rp. 25.000, Perahu Hias di beri tarif Rp. 10.000 Per orang, Banana Boat  Rp. 20.000 per orang, Donat Boat Rp. 20.000 per orang, payung tepi sungai Rp.25.000 pokoknya fasilitas yang ditawarkan dengan harga ini saat kedatangan kami, harga-harga ini bisa saja berubah tergantung pada hari-hari libur,  misalnya hari-hari libur besar.  

(Gambar : Hamparan pasir putih yang terbentang di Pulau Cinta sangat cocok bila dijadikan tempat pengambilan gambar prewedding dan pengabadian cinta)

 

Ada satu lagi tempat yang teduh juga nyaman jika membawa tikar pribadi. Kita bisa membetangnya di bawah pohon-pohon karet yang bersih dan tertata rapi, sambil memandang kearah sungai.

(Gambar : Pohon karet yang tertata rapi di Pulau Cinta)


Pada masa pandemi covid-19 wisatawan yang datang ke pulau ini sedikit berkurang, namun bagaimanapun keindahan dan kenyamanan tempat ini tetap bisa dirasakan dengan cinta, para wisatawan tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan di tempat yang disediakan serta mengenakan masker.



Penulis : Arnita Adam 

(Penulis Artikel, Novelis,  Traveller dan Jurnalis Wisata)


Editor : Nur Atika











Posting Komentar untuk "Pulau Cinta yang dicinta"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.