Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tamat. Episode Terakhir "Tangisan Cinta"

Episode 28. Tamat


Saking paniknya Yoerlitta, dia langsung meminta Siddarth untuk menggendong Maira dan membawanya ke rumaah sakit.


"Ya Allah Maira!" Ucap Yoerlitta menangis


Mereka langsung pergi kerumah sakit untuk menyelamatkan Maira.


***

Sesampainya di rumah sakit Maira langsung ditangani oleh dokter sedangkan Siddarth, Yoerlitta, Adjie dan Fera menunggunya dari luar ruangan UGD.


Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan Maira untuk memberikan kabar kalau Maira hanya kecapekan dan dia baru boleh pulang besok pagi karena sekarang dia sedang diberikan vitamin penguat tubuh.


"Syukurlah Yoerlitta, Maira baik-baik saja!" Ucap Fera tersenyum sembari merangkul Yoerlitta.


"Baiklah, jika begitu akad nikah Siddarth dan Maira kita undur besok sampai Maira benar-benar pulih!" Timpal Adjie tersenyum.


"Kenapa aku seakan sangat bahagia mendengar kabar jika pernikahanku dan Maira akan diundur besok?" Tanya Siddarth dalam hatinya.


***

Keesokkan paginya, Adjie sudah memanggil penghulu untuk melanjutkan ijab kabul yang sempat tertunda kemarin.


Meski dengan kesederhanaan akan tetapi itu, tidak penting bagi mama Maira dan orangtua Siddarth. Karena yang terpenting adalah anak mereka bisa segera sah menjadi suami istri.


"Duh, semoga saja mereka datang tepat waktu, sebelum aku sah menjadi istri Siddarth!" Pinta Maira dalam hatinya dengan penuh harap.


"Baiklah, pak. Kita mulai saja prosesi ijab kabulnya?" Ucap Adjie tersenyum pada penghulu.


"Baiklah!" Jawab penghulu tersenyum sembari berjabat tangan dengan Siddarth.


***

Akhirnya Arif, Cruz dan Laura sampai didepan rumah sakit tempat Maira dirawat. Mereka bergegas keluar dari taxi agar mereka bisa menghentikan pernikahan itu.


Laura tiba-tiba saja terpeleset saat tengah berlari, kaki Laura tiba-tiba saja tidak bisa bergerak dan berjalan. Oleh karena itu, Cruz langsung menggendong Laura sembari berlari membawa Laura masuk ke rumah sakit.


Laura tiba-tiba saja kembali teringat saat dirinya masih saling mencintai dengan Cruz.


"Cruz, andai saja dulu kita tidak berpisah maka sekarang kita sudah bahagia. Tetapi apa yang bisa dikatakan sekarang, aku sudah sangat mencintai Siddarth lebih dari apapun didunia ini!" Ucap Laura dalam hatinya sambil menatap Cruz.


***

Ijab kabul sudah hampir selesai dan kini, tibalah saat dimana Siddarth akan menjawab ucapan penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Maira sharelly binti alm. Adam sharelly dengan seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 juta rupiah!" Jawab Siddarth dengan berpura-pura tersenyum serta berpura-pura bahagia


"Bagaimana para saksi sah?" Tanya penghulu pada para saksi yang telah hadir.


"Tidak sah!" Teriak Arif yang tiba-tiba saja masuk ke ruangan Maira.


Seluruh orang yang berada dalam ruangan tersebut kaget melihat kedatangan Arif, Cruz dan Laura.


"Laura!" Ucap Siddarth kaget sembari berdiri.


Adjie menghampiri Arif dengan rasa tidak percaya jika putranya yang dia kira sudah meninggal tiba-tiba saja ada didepan matanya.


Maira akhirnya bisa bernafas lega karena rencana yang telah dia susun bersama Cruz berjalan dengan lancar.


"Pa, sudah aku bilang jika Siddarth sudah ditakdirkan oleh Allah dengan Laura. Jadi, bagaimana pun cara papa dan mama Fera memisahkan mereka, mereka tetap akan bersatu!" Ucap Arif tersenyum sambil menarik Siddarth ke arah Laura yang sedang digendong oleh Cruz.


"Tapi Rif, kamu tidak tahu kalau Laura bukanlah gadis baik-baik dan kita juga tidak tahu asal-usul keluarganya!" Timpal Fera.


Arif bertepuk tangan sambil menghampiri Fera, Arif bertanya pada Fera apakah betul jika dia tidak tahu asal-usul Laura sedangkan Fera adalah orang yang sudah membantu proses persalinan Caca Ardelia istri Hans Pasha  dan Fera beserta mantan suaminya Ari sudah membuang anak mereka yang tak lain adalah Laura.


Adjie, Siddarth, Maira, Yoerlitta dan Fera kaget mendengar perkataan Arif yang mengatakan jika Laura adalah anak Hans Pasha pengusaha terkaya di Indonesia.


"Apa benar yang Arif katakan?" Tanya Adjie pada Fera


"Ya itu, semua benar akan tetapi aku disuruh oleh Arnita adiknya Hans dan aku juga tidak tahu jika Laura adalah anaknya Hans!" Jawab Fera membela diri.


"Lalu, apa maksud mama mengatakan pada Siddarth jika Laura sudah memiliki kekasih baru saat Siddarth koma?" Tanya Arif pada Fera.


"Sedangkan Laura sama sekali tidak pernah memiliki kekasih baru apalagi berkhianat dari Siddarth!" Tambah Arif emosi.


Siddarth Sangat shock mendengar perdebatan yang terjadi hingga membuatnya pingsan dan jatuh tepat di kaki Laura.


Semua orang panik melihat Siddarth yang tiba-tiba saja jatuh pingsan oleh karena itu, mereka langsung memanggil dokter untuk memeriksa Siddarth.


***

Di saat Siddarth diperiksa oleh dokter, Arif meminta papanya untuk menceraikan Fera. Namun, sayangnya Adjie tidak mau menceraikannya sebab Adjie sangat sayang dan mencintai Fera begitupun sebaliknya.


"Nah, papa dan mama tahu jika sepasang kekasih yang saling mencintai pasti tidak akan mau dipisahkan, nah, itu jugalah yang dialami oleh Siddarth dan Laura! Akan tetapi kenapa kalian masih berusaha memisahkan mereka dengan berbagai cara termasuk menikahkan Siddarth dengan Maira! Wanita yang sama sekali tidak pernah dia cintai bahkan kalian sampai mencuci otak adikku Siddarth dengan menjelekkan Laura!" Ucap Arif dengan nada tinggi.


Adjie dan Fera merasa bersalah atas sikap mereka selama ini, pada Laura. Mereka berlutut di hadapan Laura untuk meminta maaf karena telah berusaha memisahkannya dengan Siddarth.


Laura tidak mau kedua orang tua Siddarth berlutut padanya, Laura sungguh gadis yang sangat baik, tanpa berpikir panjang ataupun menaruh dendam dia langsung memaafkan mereka yang telah membuatnya terpisah dari Siddarth.


"Om Tante, sudahlah! Yang lalu biarlah berlalu sekarang kita harus melihat masa depan dengan melupakan segala masa lalu yang kelam karena kita tidak akan pernah kembali ke masa lalu jadi, untuk apa kita terus mengingatnya!" Ucap Laura tersenyum pada Adjie dan Fera.


"Ya Allah nak, kamu sangat baik! Persis almarhumah ibumu!" Ucap Fera menangis sambil memeluk Laura.


Cruz dan Maira senang akhirnya hubungan Laura dan Siddarth sudah mendapatkan restu dari orang tua Siddarth.


"Dari pada penghulunya kita sia-siakan lebih baik sekarang kita nikahkan saja Laura dan Siddarth serta Cruz dan Maira agar kita tetap bisa besanan!" Usul Yoerlitta tersenyum bahagia.


"Wah Tante aku setuju banget dengan usulan Tante! Karena kelihatannya Cruz sangat cocok dengan Maira!" Ucap Arif tersenyum sambil merangkul Cruz.


Cruz saling tatap-menatap dengan Maira sambil melontarkan senyuman Antara satu dan lainnya.


Adjie pun bertanya pada Cruz apakah dia mau menikah dengan Maira. Cruz langsung menjawab jika dirinya bersedia untuk menikah dengan Maira begitupun sebaliknya Maira yang menerima pernikahannya dengan Cruz.


Semuanya terlihat sangat bahagia dan kebahagiaan mereka semakin bertambah karena Siddarth sudah sadar, mereka meminta Laura menjadi orang pertama untuk melihat Siddarth.


***

Siddarth terlihat sangat bahagia melihat Laura kembali kedalam hidupnya disaat dia mengira jika dirinya sudah tidak bisa lagi untuk bersama dengannya.


Siddarth menggenggam erat tangan Laura lalu menciumnya dengan penuh kebahagiaan.


"Laura, akhirnya kita bisa kembali bersama setelah banyak sekali tangisan dan cobaan yang berusaha memisahkan kita akan tetapi Allah sudah mentakdirkan kita bersama dan lihatlah sekarang kita bisa bersama serta tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita!" Ucap Siddarth tersenyum bahagia.


"Ya, Sid! Aku sangat bahagia akhirnya hari yang aku tunggu akan segera terjadi dan akhirnya semua harapan serta mimpi kita akan segera terwujud!" Tambah Laura tersenyum bahagia.


Siddarth baru saja ingat jika dirinya sudah mempersiapkan sebuah lagu yang dia buatkan khusus untuk Laura.


Dia kemudian menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan sambil menatap indahnya bola mata Laura.


"Walau mentari terbit diutara,,,, hatiku hanya untukmu,,,,,, ada hati yang termanis dan penuh cinta! tentu saja kan ku balas seisi jiwa, tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita, ini, kesungguhan sungguh aku sayang kamu!" Senandung Siddarth tersenyum sembari memegang pipi Laura.


Laura memeluk Siddarth dengan penuh kebahagiaan setelah Siddarth selesai menyanyikan lagu untuknya.


"I love you!" Bisik Siddarth tersenyum pada telinga Laura.


"I love you too!" Balas Laura tersenyum.


Tanpa membuang waktu penghulu pun mulai menikahkan Laura Siddarth dan Maira Cruz disaat yang bersamaan.


Setelah banyak cobaan serta tangisan akhirnya kisah cinta Laura Siddharth berlabuh hingga ke pernikahan. Begitupun Cruz dan Maira yang memang ditakdirkan Allah untuk bersama.


***

Tibalah hari kemenangan seluruh umat Islam, Mereka semua berkumpul dengan sangat bahagia dirumah Arif. 


Mereka saling melemparkan canda serta tawa di hari kemenangan, apalagi Laura dan Siddarth yang terlihat sangat bahagia.


Disaat semuanya tengah berbahagia, Eka semakin bingung bagaimana cara menjelaskan mengenai Caca yang sebenarnya masih hidup namun dia menabraknya hingga meninggal dunia.


Eka menghela nafasnya dan memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya dihadapan seluruh anggota keluarga.


"Apa? Caca selama ini, masih hidup tapi dia meninggal karena kamu tabrak?" Tanya Hans kaget.


"Ya, sebelum dia meninggal Tante Caca memberikan aku foto Laura agar aku bisa mencarinya dan membawanya tinggal bersamaku!" Jawab Eka.


Laura yang menangis langsung dipeluk oleh Siddharth begitupun Arif yang berusaha menenangkan perasaan Hans.


"Mumpung hari ini, adalah hari lebaran! Alangkah baiknya jika kita menyekar ke makam Tante Caca agar dia tahu jika kita sudah bersama Laura dan kita sudah bahagia!" Usul Edo tersenyum.


"Ya, Edo benar! Ayo kita segera kesana dan memanjatkan doa untuknya!" Ajak Siddarth sambil merangkul Laura.


***

Sesampainya di makam Caca, Laura dan Hans langsung terduduk sambil mengelus nisannya dengan penuh tangisan.


"Ibu, meksipun aku belum pernah bertemu bahkan memeluk ibu, akan tetapi aku selalu berdoa dan sayang pada ibu! Jadi, sekarang ibu tidak perlu sedih lagi disana karena aku sudah bahagia bersama orang-orang yang aku sayangi!" Ucap Laura tersenyum dengan air mata mengalir dari matanya.


"Ya, Caca aku ada disini untuk menjaga anak kita dan sekarang anak kita sudah besar bahkan dia sudah menikah dengan pria yang dia cintai dan pria itu, ada disini sekarang!" Tambah Hans menangis.


"Ibu, aku berjanji akan selalu membuat Laura bahagia bahkan tidak akan kubiarkan setetes pun air mata jatuh dari mata Laura! Aku berjanji Bu!" Ucap Siddarth sembari mengelus nisan Caca.


Tanpa mereka sadari ternyata arwah Caca sudah berada diantara Laura dan Hans, dia terlihat sangat bahagia melihat keluarganya kembali utuh dan diselimuti oleh kebahagiaan.


Arwah Caca kemudian pergi setelah melihat keluarganya akhirnya bisa berkumpul dan merasakan kebahagiaan di hari raya idul Fitri.


Satu persatu orang mulai beranjak pergi dari makam Caca. Hanya tinggal Laura dan siddarth disana, Siddarth tersenyum ke arah Laura untuk mengajaknya pulang karena mereka harus menyambut para tamu serta kerabat yang akan datang. Sekalian mereka ingin memberikan undangan pernikahan.


"Bu, Laura pergi dulu ya! Ibu tenang saja karena sekarang aku sudah bahagia! Semua tangisan yang telah aku alami dan rasakan! Kini berubah menjadi cinta yang penuh dengan kebahagiaan! Ibu tenang-tenang ya disana! Aku akan selalu mendoakan ibu!" Ucap Laura tersenyum lalu pergi dari makam Caca bersama Siddarth.


"SELESAI" 




Posting Komentar untuk "Tamat. Episode Terakhir "Tangisan Cinta""

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.