Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi "Air Mata Khatulistiwa" Oleh: Kurnia Hidayati

AIR MATA KHATULISTIWA
Oleh: Kurnia Hidayati

Selamanya kau tak akan pernah bisa beringsut

Dari cengkeraman jemari maut

dalam pagutan wabah, khatulistiwa mengeram galabah

air matanya mengalir merupa sungai yang melarung kabar kematian.

dari musolla, berita, dan dunia maya. Kehilangan telah menjadi nama baru

setelah nama yang disematkan orang tua

pada tangisan pertama


air mata khatulistiwa mengucur deras menyaksikan petak tanah pemakaman

yang kian menyempit. Jasad-jasad baru saling menghimpit

sebagian tanpa keluarga sebelum meregang nyawa

dalam kesendirian dan alat bantu pernapasan

detak jam yang terus membisikkan sirine ambulan

#

entah, harus sampai kapan kusaksikan khatulistiwa berwajah semuram ini?

Padahal belum sempat kujelajahi semua pantai dan ancala

Serta lukisan semesta yang dimilikinya

 

Hanya doa dalam jeda yang terucap setiap kerdipan mata

Di antara semoga dan amin yang kelak akan mempertemukan kita

Untuk menghapus air mata khatulistiwa

Batang, 30 Juni 2021



Biodata: 
Kurnia Hidayati lahir di Batang, Jawa Tengah. Alumni Asqa Imagination School (AIS) angkatan 23. Tulisan-tulisannya pernah dimuat berbagai media massa seluruh Indonesia serta puluhan antologi bersama. Saat ini tengah aktif menjadi konten kreator di instagram @katakurnia serta mengajar di SMP Negeri 6 Batang.  Buku puisinya “Senandika Pemantik Api” terbit tahun 2015.


Posting Komentar untuk "Puisi "Air Mata Khatulistiwa" Oleh: Kurnia Hidayati"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.