Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cara Menulis Kajian Pustaka Agar Cepat ACC

Infografis ilustrasi langkah-langkah dan struktur cara menulis Kajian Pustaka (Bab II Skripsi), mencakup fondasi landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka berpikir, dan hipotesis.
Ilustrasi: Struktur lengkap dan alur penulisan Kajian Pustaka untuk Bab 2 Skripsi.

Banyak mahasiswa yang terjebak di Bab 2 atau Kajian Pustaka karena dianggap hanya sekadar memindahkan isi buku ke dalam skripsi. Akibatnya, tulisan menjadi "gado-gado" kutipan tanpa alur yang jelas. Padahal, cara menulis kajian pustaka yang benar membutuhkan strategi menyusun teori dari yang umum ke khusus (metode corong).

Jika Bab 1 adalah "mengapa kita meneliti", maka Bab 2 adalah "apa landasan ilmu kita". Artikel ini akan membahas langkah praktis menyusun Kajian Pustaka yang sistematis, mulai dari Landasan Teori hingga Kerangka Berpikir.

Apa Bedanya Kajian Pustaka dan Landasan Teori?

Sebelum mulai menulis, pahami dulu bedanya agar tidak salah kamar:

  • Landasan Teori: Berisi definisi, konsep, dan teori para ahli tentang variabel yang Anda teliti (misal: Pengertian Pemasaran, Teori Motivasi Maslow).
  • Kajian Pustaka (dalam arti luas/Bab II): Adalah rumah besarnya. Ia memuat Landasan Teori, Penelitian Terdahulu, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis.

Jadi, saat dosen meminta Anda memperbaiki "Kajian Pustaka", artinya Anda harus membenahi keseluruhan struktur Bab 2 tersebut.

Struktur Standar Penulisan Kajian Pustaka (Bab II)

Agar tulisan Anda rapi, ikuti sistematika standar berikut ini:

1. Landasan Teori (Theoretical Framework)

Mulailah dengan membahas variabel dalam judul skripsi Anda satu per satu.

  • Grand Theory (Teori Utama): Teori payung yang melingkupi ilmu Anda (misal: Manajemen).
  • Middle Range Theory: Teori yang lebih spesifik (misal: Manajemen Pemasaran).
  • Applied Theory (Teori Aplikasi): Teori teknis yang langsung menyentuh variabel (misal: Digital Marketing atau SEO).

Tips: Gunakan pola Definisi - Dimensi/Indikator. Jangan hanya menulis pengertian, tapi cari juga indikator untuk mengukur variabel tersebut (ini penting untuk kuesioner nanti).

2. Penelitian Terdahulu (Previous Studies)

Bagian ini berisi review jurnal-jurnal orang lain yang topiknya mirip dengan Anda.

  • Minimal cantumkan 5-10 jurnal (tergantung kebijakan kampus).
  • Buatlah Tabel Perbandingan yang berisi: Nama Peneliti, Judul, Metode, Hasil, serta Persamaan & Perbedaan dengan penelitian Anda.
  • Tujuannya untuk menunjukkan bahwa penelitian Anda memiliki kebaruan (novelty) dan tidak menjiplak.

3. Kerangka Berpikir (Conceptual Framework)

Ini adalah peta jalan logika penelitian Anda.

  • Jelaskan hubungan antar variabel. Mengapa X bisa mempengaruhi Y?
  • Wajib disertai Gambar/Bagan alur pemikiran (kotak-kotak variabel dan panah pengaruh).

4. Hipotesis (Khusus Kuantitatif)

Berdasarkan teori dan kerangka berpikir di atas, buatlah dugaan sementara.

  • Contoh: "Diduga Variabel X berpengaruh positif dan signifikan terhadap Variabel Y."

Langkah-Langkah Cara Menulis Kajian Pustaka

Berikut teknis pengerjaannya agar efisien:

Langkah 1: Bedah Variabel Judul (Keyword Mapping)

Jika judul Anda "Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan", maka Anda wajib mencari buku/jurnal tentang 3 hal tersebut: Disiplin, Motivasi, dan Kinerja. Jangan melenceng membahas "Rekrutmen" atau "Gaji" jika tidak relevan.

Langkah 2: Kumpulkan Referensi Primer & Sekunder

  • Primer: Jurnal ilmiah 5 tahun terakhir (untuk Penelitian Terdahulu).
  • Sekunder: Buku teks (textbook) untuk definisi teori (untuk Landasan Teori).
  • Hindari: Mengutip dari blog pribadi, Wikipedia, atau makalah teman yang belum terpublikasi.

Langkah 3: Teknik Parafrase (Wajib!)

Dosen sangat benci copy-paste. Gunakan teknik parafrase dalam cara menulis kajian pustaka:

  • Asli: "Pemasaran adalah proses sosial di mana individu mendapatkan apa yang mereka butuhkan." (Kotler, 2020).
  • Parafrase: Menurut Kotler (2020), pemasaran dapat didefinisikan sebagai mekanisme sosial bagi individu untuk memperoleh kebutuhan mereka.

Langkah 4: Sintesis Antar Ahli

Jangan biarkan pendapat ahli berdiri sendiri. Adu pendapat mereka.

Contoh: "Meskipun Siagian (2019) menyatakan motivasi berasal dari uang, namun Hasibuan (2020) menambahkan bahwa lingkungan kerja juga menjadi faktor penentu motivasi."

Kesalahan Fatal dalam Kajian Pustaka

Hindari hal-hal berikut agar naskah tidak dicoret dosen:

  1. Referensi Kadaluarsa: Menggunakan buku terbitan tahun 1980-an untuk membahas teknologi. Usahakan buku maksimal 10 tahun terakhir.
  2. Kutipan dalam Kutipan: Menulis "Kotler dalam Santoso (2021)". Carilah buku aslinya (Kotler), jangan malas.
  3. Tidak Nyambung: Membahas teori yang tidak dipakai di Bab 3 (Metode) atau Bab 4 (Pembahasan).

Kesimpulan

Menguasai cara menulis kajian pustaka adalah tentang kemampuan meramu berbagai teori menjadi fondasi yang kokoh untuk penelitian Anda. Bab 2 yang baik akan memudahkan Anda menyusun kuesioner (karena indikatornya jelas) dan memudahkan pembahasan di Bab 4 (karena teorinya sudah siap).

Mulailah dengan mengumpulkan buku-buku kunci sesuai variabel judul Anda, dan jangan lupa untuk selalu mencatat sumbernya untuk Daftar Pustaka.

Posting Komentar untuk "Cara Menulis Kajian Pustaka Agar Cepat ACC"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.