Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perbedaan ISBN dan QRCBN: Mana yang Lebih Baik untuk Buku Anda?

Di era digital ini, dunia penerbitan di Indonesia mengalami perkembangan yang dinamis. Jika dulu penulis hanya mengenal ISBN sebagai satu-satunya identitas resmi sebuah buku, kini muncul istilah baru yang disebut QRCBN.

Kemunculan QRCBN seringkali menimbulkan kebingungan di kalangan penulis, terutama dosen, peneliti, dan penulis indie. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: "Apa bedanya dengan ISBN?", "Apakah QRCBN itu resmi?", dan yang terpenting, "Mana yang harus saya pilih untuk buku saya?".

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan fundamental antara ISBN dan QRCBN agar Anda tidak salah langkah dalam menerbitkan karya berharga Anda.

1. Mengenal Kembali ISBN (International Standard Book Number)

Sebagaimana telah dibahas dalam banyak panduan penerbitan, ISBN adalah sistem identifikasi buku berskala internasional. Di Indonesia, otoritas yang berhak menerbitkannya adalah Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas).

ISBN terdiri dari 13 digit angka unik yang diubah menjadi barcode garis. Fungsi utamanya adalah untuk memudahkan pendataan, distribusi, dan penjualan buku dalam rantai pasok industri perbukuan global dan nasional.

Kunci ISBN: Diakui secara internasional dan menjadi standar utama untuk buku komersial dan akademik yang mengejar Angka Kredit (KUM).

2. Mengenal QRCBN (Quick Response Code Book Number)

QRCBN adalah inovasi terbaru dari Perpusnas RI. Ini adalah sistem identifikasi unik untuk satu judul buku yang bentuknya bukan lagi barcode garis, melainkan **QR Code**.

Mengapa Perpusnas menciptakan QRCBN? Inovasi ini lahir untuk menjawab tantangan era digital yang menuntut kecepatan, serta untuk mengakomodasi jenis terbitan tertentu yang mungkin tidak memerlukan cakupan ISBN yang luas. QRCBN dirancang sebagai alternatif pengidentifikasi yang lebih ringkas dan modern.

Kunci QRCBN: Inovasi resmi Perpusnas, berbasis digital (QR Code), dan ditujukan untuk jenis terbitan yang lebih spesifik atau terbatas.

3. Tabel Perbandingan Utama: ISBN vs QRCBN

Agar lebih mudah memahami perbedaannya, perhatikan tabel komparasi berikut ini:

Aspek ISBN QRCBN
Kepanjangan International Standard Book Number Quick Response Code Book Number
Bentuk Fisik Deretan Angka (13 digit) & Barcode Garis QR Code (Kode Batang 2 Dimensi)
Cakupan Pengakuan Internasional (Global) & Nasional Nasional (Inovasi Perpusnas RI)
Fungsi Utama Distribusi komersial luas, syarat masuk toko buku besar, syarat utama Angka Kredit (KUM) dosen. Identifikasi terbitan terbatas, materi pembelajaran spesifik, buku digital yang butuh akses cepat.
Proses Pengurusan Melalui Penerbit Terdaftar (Antrean kadang lebih panjang) Melalui Penerbit Terdaftar (Cenderung lebih cepat)

4. Mana yang Lebih Baik? Panduan Memilih Sesuai Kebutuhan

Pertanyaan "mana yang lebih baik" tidak memiliki jawaban tunggal, karena sangat bergantung pada tujuan Anda menerbitkan buku. Berikut panduannya:

A. Wajib Pilih ISBN Jika:

  • Anda adalah Dosen/Akademisi: Untuk keperluan kenaikan pangkat atau pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD), buku ajar/referensi wajib ber-ISBN agar diakui poin Angka Kredit (KUM)-nya secara maksimal.
  • Tujuan Komersial Luas: Jika Anda ingin buku Anda dijual di jaringan toko buku besar (seperti Gramedia, Togamas, dll) atau didistribusikan secara massal, ISBN adalah syarat mutlak.
  • Ingin Pengakuan Internasional: Jika target pembaca Anda meluas hingga ke luar negeri.

B. Bisa Pilih QRCBN Jika:

  • Buku untuk Kalangan Terbatas: Misalnya modul pelatihan internal perusahaan, buku kenangan sekolah, atau prosiding seminar yang distribusinya sangat spesifik.
  • Materi Pembelajaran Digital: E-book atau materi ajar yang mengutamakan kecepatan akses melalui pemindaian QR Code.
  • Butuh Legalitas Cepat (Non-KUM): Jika Anda hanya butuh buku Anda terdata resmi di Perpusnas tanpa mengejar poin KUM atau target pasar toko buku besar, QRCBN bisa menjadi alternatif yang lebih cepat.

5. Kesimpulan dan Cara Mengurusnya

Baik ISBN maupun QRCBN, keduanya adalah identitas resmi yang sah dikeluarkan oleh Perpusnas RI. Tidak ada yang "lebih baik" secara absolut; yang ada adalah yang "lebih tepat" sesuai tujuan penerbitan Anda.

Sebagai aturan umum: Gunakan ISBN untuk tujuan akademik (KUM) dan komersial luas. Gunakan QRCBN untuk terbitan terbatas, spesifik, atau digital yang butuh akses cepat.

Kabar baiknya, baik ISBN maupun QRCBN hanya bisa diurus melalui penerbit berbadan hukum resmi.

Bingung Menentukan Pilihan? Konsultasikan dengan Kami!

Jangan sampai salah pilih identitas buku yang bisa merugikan karier akademik atau potensi penjualan Anda. Kami adalah penerbit resmi terdaftar di Perpusnas yang siap membantu.

Diskusikan naskah dan tujuan penerbitan Anda, kami akan rekomendasikan jalur terbaik (ISBN atau QRCBN) dan mengurusnya hingga tuntas.

Hubungi kami untuk Konsultasi Gratis:

Klik di sini untuk Chat: 0823-8885-9812

Posting Komentar untuk "Perbedaan ISBN dan QRCBN: Mana yang Lebih Baik untuk Buku Anda?"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.