Dewan Kesenian Malang Hadirkan Pameran “Mirrors 25”
Dewan Kesenian Malang
Hadirkan Pameran “Mirrors 25”
Dewan Kesenian Malang
(DKM) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu ruang seni penting di Kota
Malang melalui penyelenggaraan pameran seni rupa bertajuk “Mirrors 25”. Pameran
ini digelar dalam rangka peringatan 52 tahun Dewan Kesenian Malang, sekaligus
menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas seni di lingkungan DKM
yang sempat meredup di tengah munculnya berbagai ruang seni baru di kota ini.
Pameran “Mirrors 25”
merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Kesenian Malang dengan dukungan dari
Ibu Agni Tri Pratiwi selaku Direktur Hamur Art Space, yang melibatkan sejumlah
seniman asal Kota Malang. Pameran ini juga menghadirkan partisipasi perwakilan
akademisi, salah satunya I Kadek Yudi Astawan, Dosen Seni Rupa Murni
Universitas Brawijaya. Pameran resmi dibuka pada 30 Desember 2025 pukul 16.00
WIB melalui seremoni pembukaan oleh Santi Peni Prasetyo, Sekretaris Jenderal
Dewan Kesenian Malang. Pameran akan berlangsung hingga 5 Januari 2026 dan dapat
dikunjungi oleh masyarakat umum setiap hari pukul 11.00–21.00 WIB di Gedung
Dewan Kesenian Malang, Jalan Mojopahit No. 3, Kota Malang.
Mengangkat tema
“Mirror”, pameran ini menghadirkan karya-karya yang menjadi refleksi personal
masing-masing seniman. Tema cermin dipilih sebagai metafora untuk membaca
kembali identitas, pengalaman, serta cara pandang para perupa terhadap dirinya
sendiri, lingkungan, dan realitas sosial di sekitarnya. Melalui beragam medium,
gaya, dan pendekatan artistik, pameran ini memperlihatkan keragaman praktik
seni rupa kontemporer yang tumbuh di Kota Malang.
Bapak Tamtama Anoraga,
atau yang akrab disapa Pak Tomi, selaku Public Relation Hamur Art Space,
menjelaskan bahwa pameran ini merupakan inisiatif kolektif seniman Malang untuk
kembali mengaktifkan DKM sebagai ruang seni.
“Sebagai seniman
Kota Malang, kita berupaya untuk menghidupkan kembali DKM sebagai salah satu
tempat seni melalui pameran yang kita selenggarakan ini. Pameran ini juga
menjadi salah satu upaya kita sebagai seniman. Dengan mengambil tema ‘Mirror’,
karya-karya yang ditampilkan menunjukkan ciri khas dari masing-masing seniman
yang berpartisipasi dalam pameran ini,” ujarnya.
Pameran “Mirrors 25”
tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga ruang pertemuan gagasan antar
seniman lintas generasi. Setiap karya menjadi semacam cermin yang
memperlihatkan perjalanan artistik, sikap estetik, dan keresahan personal para
perupa yang selama ini tumbuh dan berkarya di Malang.
Di tengah pesatnya
perkembangan ruang seni alternatif, galeri privat, dan art space independen di
Kota Malang, keberadaan DKM kerap dianggap kurang terdengar. Melalui pameran
ini, DKM ingin kembali memperkenalkan dirinya kepada masyarakat sebagai ruang seni
yang terbuka, inklusif, dan masih relevan sebagai tempat bertemunya seniman,
penikmat seni, maupun masyarakat umum.
Pameran ini juga
menjadi penanda bahwa Dewan Kesenian Malang tidak berhenti sebagai institusi
simbolik semata, tetapi terus berupaya menjalankan fungsinya sebagai ruang
produksi, apresiasi, dan distribusi seni. Kolaborasi dengan Hamur Art Space
serta keterlibatan 25 perupa lokal menjadi bentuk strategi untuk membangun
kembali ekosistem seni yang hidup dan berkelanjutan.
Dengan menghadirkan
pameran “Mirrors 25”, Dewan Kesenian Malang berharap masyarakat dapat kembali
menjadikan DKM sebagai destinasi seni, sekaligus ruang dialog budaya di tengah
Kota Malang. Pameran ini menjadi undangan terbuka bagi publik untuk melihat, merefleksikan,
dan merayakan keberagaman ekspresi seni rupa Malang hari ini.
Posting Komentar untuk "Dewan Kesenian Malang Hadirkan Pameran “Mirrors 25”"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.