Mengapa Mall Membuat Pengunjung Betah?Strategi Desain Modern yang Tidak Pernah Kita Sadari
Mengapa Mall Membuat Pengunjung Betah?Strategi Desain Modern yang Tidak Pernah Kita Sadari
Mall sebenarnya dirancang dengan strategi desain tertentu untuk membuat pengunjung merasa nyaman dan betah, tapi hal ini bukan sekedar kebetulan tetapi memang sengaja dilakukan agar orang lebih banyak berbelanja. Desain tersebut bekerja melalui hal-hal yang sering kita anggap sepele bahkan tidak kita sadari. Hal-hal itu sengaja disusun untuk menciptakan suasana yang membuat orang merasa santai untuk beraktivitas di dalam mall. Arsitek dan desainer interior menggunakan pengetahuan tentang psikologi lingkungan untuk memahami bagaimana manusia merespons tata ruang tertentu, lalu menerapkannya ke dalam bentuk desain pada mall. Oleh karena itu, rasa betah yang kita rasakan di mall bukan hanya karena fasilitasnya yang lengkap, tetapi karena tata ruang tersebut membuat kita nyaman.
Pencahayaan dan suasana visual pada mall dibuat dengan sengaja untuk menimbulkan rasa nyaman dan mendorong pengunjung untuk berkeliling mall lebih lama. Menurut Bitner (1992), pencahayaan termasuk elemen service scape yang dapat membentuk persepsi seseorang terhadap ruang dan mendorong respons tertentu, seperti rasa tenang atau tertarik untuk melihat lebih banyak. Pencahayaan yang hangat dan lembut biasanya dipakai untuk menciptakan suasana santai, sedangkan cahaya terang ditaruh di area toko agar produk terlihat lebih menarik. Desainer ruang juga mengatur perbedaan intensitas cahaya dari satu zona ke zona lain agar perjalanan pengunjung terasa tidak membosankan. Dengan cara ini, pencahayaan menjadi alat penting yang bekerja secara halus untuk membuat pengunjung merasa betah di mall.
Tata ruang mall disusun dengan pola tertentu supaya pengunjung secara tidak sadar berjalan melewati lebih banyak area dan toko. Lingkungan fisik yang nyaman dan mudah diikuti biasanya membuat orang lebih tenang, sehingga mereka lebih terbuka untuk mengeksplorasi mall tanpa terburu-buru. Jalur sirkulasi mall biasanya dibuat melingkar atau naik turun bertahap agar pengunjung tertarik untuk melihat area lain. Letak anchor tenant seperti supermarket atau bioskop yang berada di bagian dalam juga membuat pengunjung harus melewati banyak toko untuk mencapainya. Strategi ini efektif karena membuat orang berjalan lebih jauh dan lebih lama, sehingga kemungkinan mereka masuk ke toko-toko lain lebih besar.
Musik dan aroma di dalam mall juga tidak dipilih sembarang karena keduanya berfungsi membangun suasana yang bikin pengunjung merasa rileks. Berbagai elemen desain seperti pencahayaan, tata ruang, musik, dan aroma membuktikan bahwa rasa nyaman di mall bukan terjadi secara alami, tetapi merupakan hasil perencanaan yang disengaja untuk perilaku pengunjung. Suara yang lembut dan aroma menenangkan biasanya membuat orang merasa lebih santai, sehingga mereka tidak terburu-buru untuk keluar dari ruang tersebut. Musik dengan tempo lambat biasanya diputar untuk membuat langkah pengunjung lebih pelan, sementara aroma lembut membantu menciptakan suasana nyaman. Beberapa area juga disediakan tempat duduk agar pengunjung bisa beristirahat, sehingga pengunjung bisa melanjutkan eksplorasi mereka setelahnya. Kombinasi musik, aroma, dan tempat beristirahat inilah yang membuat mall terasa lebih hidup dan membuat pengunjung ingin kembali lagi.
Pengalaman nyaman yang dirasakan pengunjung saat berada di mall sebenarnya merupakan hasil dari berbagai strategi desain yang bekerja secara bersamaan, sehingga suasana yang tercipta bukan hanya kebetulan tetapi memang direncanakan. Meskipun pengunjung sering tidak menyadarinya, pencahayaan, tata ruang, musik, dan aroma dirancang untuk memengaruhi cara mereka bergerak dan merasakan ruang, sehingga mereka cenderung tinggal lebih lama. Desain interior mall juga dibuat untuk mengarahkan alur pergerakan orang secara halus, sehingga mereka melewati lebih banyak area tanpa merasa dipaksa. Selain itu, kombinasi elemen visual dan sensorik membantu menciptakan suasana yang nyaman, sehingga pengunjung merasa mall adalah tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. Dengan segala strategi ini, mall berhasil membangun pengalaman yang membuat pengunjung ingin kembali lagi, meskipun mereka mungkin tidak sepenuhnya memahami bagaimana desain tersebut memengaruhi perilaku mereka.
Daftar Pustaka
Yonengsih, Y., Maulana, A., & Purnomo, A. (2024). Kajian kenyamanan termal dan kenyamanan visual berdasarkan standar pada ruang kuliah di Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Jakarta. Prosiding Seminar Pendidikan Kejuruan dan Teknik Sipil, 2, 16–21.
Aritonang, F. K., Prihatini, A. E., & Budiatmo, A. (2023). Pengaruh kenyamanan pusat perbelanjaan dan tenant pengisi terhadap kepuasan konsumen pada Kota Kasablanka Mall Jakarta. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 12(2), 465–474.
Tentang Penulis
Nama: Rachel Sky Rendabel
Universitas: Universitas Katolik Parahyangan
Posting Komentar untuk "Mengapa Mall Membuat Pengunjung Betah?Strategi Desain Modern yang Tidak Pernah Kita Sadari"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.