Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pameran Sketsa Pagi: Goresan Spontan Menemukan Ruangnya di Dinding Hamur Art Space

Pameran Sketsa Pagi: Goresan Spontan Menemukan Ruangnya di Dinding Hamur Art Space
Penulis : Mega Julyartha, Universitas Brawijaya

Hamur Art Space dengan penuh kebanggaan mempersembahkan pameran seni rupa bertajuk “Sketsa Pagi”, yang secara resmi dibuka pada 2 Maret 2026 pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga 7 Maret 2026 di Jalan Cisadane 11A, Malang. Pameran ini merupakan perwujudan dari program sketsa on the spot yang telah diselenggarakan secara rutin oleh Hamur Art Space setiap dua pekan sekali sebuah praktik artistik yang menjadikan kepekaan indrawi dan kejujuran goresan sebagai landasan utama dalam proses penciptaan karya.

Melalui pameran ini, Hamur Art Space mengundang khalayak untuk menyaksikan bagaimana proses kreatif yang terlahir di ruang-ruang publik Kota Malang bertransformasi menjadi karya yang layak untuk direnungkan dan diapresiasi secara mendalam.

Founder Hamur Art Space, Agni Tripratiwi, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan akan pembaruan dalam praktik berkesenian.

“Sebetulnya kegiatan ini adalah bentuk penyegaran aktivitas kreatif. Kami merasa hubungan seniman dan kerja studionya (indoor) berpotensi menemui titik jenuh. Melalui pembaruan cara pandang—melihat kembali lingkungan sekitar Malang (outdoor) dapat mengalirkan energi kebaruan dengan bahasa visual sketsa yang sederhana namun penuh makna,” ujarnya.

“Sketsa Pagi” sendiri merupakan sebuah pernyataan sikap tentang bagaimana seni tumbuh dari konsistensi, bukan semata-mata dari inspirasi yang bersifat sesaat. Pameran ini mengajak setiap pengunjung untuk tidak hanya menikmati karya, tetapi juga merenungkan nilai dari praktik yang dijalani dengan penuh kesetiaan dan kesadaran. Hamur Art Space membuka pameran ini untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Kehadiran publik menjadi bagian dari dialog yang ingin dibangun antara karya, seniman, ruang, dan masyarakat sebagai sumber inspirasi.

Program sketsa on the spot yang menjadi fondasi pameran ini telah membawa para seniman ke berbagai sudut kota dan lanskap alam yang kaya nilai visual maupun kultural. Mulai dari kompleks candi bersejarah, hamparan kebun teh, kawasan Jalan Kajoetangan Heritage, lingkungan pura, hingga pasar tradisional yang dinamis. Setiap lokasi berfungsi sebagai laboratorium visual yang menuntut respons spontan sekaligus penghayatan mendalam dari para seniman. Keberagaman konteks ini menjadikan karya-karya yang dihasilkan tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga sarat muatan dokumentatif dan naratif terhadap lanskap sosial-budaya Kota Malang.

Salah satu peserta pameran, I Kadek Yudi Astawan, mengungkapkan pengalamannya mengikuti program tersebut.

“Praktik sketsa on the spot yang beberapa kali saya ikuti sangat menyenangkan, meski penuh tantangan. Sketsa menggunakan tinta dan pena di atas kertas, menurut saya menjadi pilihan ekspresi paling jujur, selain arang. Tidak ada lapisan yang menutupi goresan sebelumnya seperti dalam lukisan cat. Di situlah mengalir kejujuran ekspresi keraguan, kelugasan, kecepatan, hingga daya tangkap terhadap momen. Mungkin itulah yang bisa disebut sebagai autentisitas,” tuturnya.

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan hasil seleksi ketat melalui proses kurasi yang didampingi oleh seniman senior Hamur Art Space. Setiap peserta memamerkan tiga hingga empat karya terpilih yang dinilai paling representatif dalam mencerminkan semangat, konsistensi, dan kedalaman artistik dari keseluruhan sesi sketsa yang telah mereka jalani. Proses kurasi ini tidak hanya bertumpu pada aspek estetika formal, tetapi juga pada kemampuan karya dalam menangkap esensi momen.

Pameran “Sketsa Pagi” diikuti oleh tiga belas seniman dengan latar belakang beragam, yakni Abi Anggriawan Yulianto, Aksan Rithmahadi, Gilang Alif Armaya, Rizky Aji Saputra, Boeing Karnadi, Agni Tripratiwi, Fachrizal, Ian Wildan, Raihansyah, Masari Arifin, Tamtama Anoraga, Teguh Nuswantoro, dan I Kadek Yudi Astawan. Pameran ini juga melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya.

Keterlibatan unsur akademik tersebut mencerminkan komitmen Hamur Art Space dalam membangun jembatan antara praktik seni komunitas dan dunia pendidikan tinggi seni. Dengan demikian, diharapkan tercipta ekosistem kreatif yang saling menopang dan terus berkembang.




Posting Komentar untuk "Pameran Sketsa Pagi: Goresan Spontan Menemukan Ruangnya di Dinding Hamur Art Space"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.