KESALAHAN PENULISAN KATA SERAPAN "LONDRY"PADA KONTEN PROMOSI USAHA LAUNDRY DI MEDIA SOSIAL
KESALAHAN PENULISAN KATA SERAPAN "LONDRY"
PADA KONTEN PROMOSI USAHA LAUNDRY DI MEDIA SOSIAL
Oleh: Dewa Ayu Chintya Dwi Mahayani
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi negara yang penggunaannya diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sebagai bahasa pemersatu bangsa, bahasa Indonesia menuntut pemakaian yang baik dan benar, tidak hanya dalam ranah formal, tetapi juga dalam ruang publik digital seperti media sosial. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, media sosial telah menjadi salah satu sarana komunikasi dan promosi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, termasuk para pelaku usaha. Namun, kemudahan akses tersebut kerap kali diiringi dengan pengabaian terhadap kaidah berbahasa yang benar.
Salah satu kesalahan yang ditemukan dalam konten promosi usaha laundry di media sosial adalah penulisan kata "LONDRY". Kata tersebut ditulis oleh seorang content creator sebagai judul konten promosi usaha jasa pencucian pakaian yang diunggah di platform berbagi video. Penulisan ini jelas menyimpang dari kaidah yang berlaku, baik jika merujuk pada bentuk asli dalam bahasa Inggris maupun pada bentuk serapan resmi dalam bahasa Indonesia.
Kata laundry berasal dari bahasa Inggris yang berarti jasa pencucian pakaian. Apabila kata tersebut dipertahankan dalam bentuk aslinya, penulisan yang benar adalah laundry, bukan londry. Namun apabila kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia, berdasarkan PUEBI dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk bakunya adalah londri, yang ditulis dengan huruf i di akhir kata, bukan y. Dengan demikian, penulisan "LONDRY" salah dari dua sisi sekaligus: bukan laundry yang merupakan kata asal bahasa Inggris, dan bukan pula londri yang merupakan bentuk serapan resmi bahasa Indonesia.
Kesalahan penulisan semacam ini umumnya terjadi karena penutur menuliskan kata berdasarkan pelafalan lisan tanpa merujuk pada kaidah ejaan yang berlaku. Proses ini dikenal sebagai interferensi fonetis, yaitu kecenderungan penutur untuk menuliskan bunyi yang didengar atau diucapkan secara langsung ke dalam tulisan tanpa memperhatikan aturan penyerapan kata asing. Bunyi /au/ dalam kata laundry dilafalkan sebagai /o/ dalam tuturan sehari-hari masyarakat Indonesia, sehingga muncul bentuk tulisan londry yang tidak baku.
Kesalahan ejaan dalam konten media sosial tidak boleh dianggap remeh. Berbeda dengan kesalahan dalam percakapan lisan yang bersifat sementara, tulisan di media sosial dapat diakses dan dibagikan ulang oleh siapa saja dalam jangka waktu yang panjang. Konten yang dibuat oleh seorang content creator dengan jumlah penonton yang besar berpotensi menjadi referensi tidak langsung bagi masyarakat dalam hal penggunaan bahasa. Apabila kesalahan seperti ini terus dibiarkan dan menyebar, lama-kelamaan bentuk yang salah dapat dianggap lazim dan benar oleh sebagian masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penulisan "LONDRY" pada konten media sosial merupakan bentuk kesalahan ejaan yang menyimpang dari kaidah PUEBI dan KBBI. Bentuk yang benar adalah laundry jika menggunakan kata bahasa Inggris, atau londri jika menggunakan bentuk serapan bahasa Indonesia. Kesalahan ini perlu mendapat perhatian bersama, khususnya di kalangan para pelaku usaha dan content creator, agar penggunaan bahasa Indonesia di ruang digital tetap terjaga kualitas dan kemurniannya.
Posting Komentar untuk "KESALAHAN PENULISAN KATA SERAPAN "LONDRY"PADA KONTEN PROMOSI USAHA LAUNDRY DI MEDIA SOSIAL "
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.