TEKNOLOGI PENYIMPANAN DINGIN, BANTU ALPUKAT TETAP SEGAR LEBIH LAMA
TEKNOLOGI PENYIMPANAN DINGIN, BANTU ALPUKAT TETAP SEGAR LEBIH LAMA
Penulis : Annisa Nur Fitri Umami
Prodi/Kampus: Ilmu Pangan/ IPB University
Buah alpukat menjadi salah satu buah favorit masyarakat karena rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang cukup tinggi. Alpukat kaya akan asam lemak jenuh, vitamin E, asam folat, dan berbagai senyawa bioaktif yang baik untuk kesahatan tubuh (Chen et al. 2017). Namun, di balik manfaat tersebut, alpukat memiliki kelemahan utama yaitu mudah mengalami kerusakan setelah proses pascapanen.
Sebagai buah klimaterik, alpukat mudah mengalami peningkatan respirasi dan produksi etilen selama proses pematangan. Kondisi ini menyebabkan perubahan tekstur menjadi lunak, warna kulit menghitam, hingga terjadinya penurunan kualitas rasa dan aroma. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, para peneliti mengembangkan teknologi baru dalam menghadapi permasalahan tersebut untuk memperpanjang umur simpan alpukat tanpa mengurangi kualitasnya.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah cold Shock Treatment (CST), yaitu metode pendinginan cepat dalam waktu singkat. Metode ini mampu memperlambat pelunakan buah dan menjaga warna dari buah alpukat tetap segar lebih lama dibandingkan tanpa perlakuan (Chen et al. 2017). Metode Near-Freezing Temperature (NFT), yaitu metode penyimpanan pada suhu yang mendekati suhu titik beku tanpa membuat buah membeku. Teknologi ini dinilai lebih efektif karena dapat menekan respirasi, produksi etilen, dan menghambat aktivitas enzim yang menjadi penyebab kerusakan buah alpukat (Qin et al. 2024).
Sementara itu, penyimpaan Penyimpanan dingin (cold storage) dengan atau tanpa controlled atmosphere (CA) mampu menekan laju respirasi dan produksi etilen, sehingga buah menjadi lebih lambat matang dibandingkan penyimpanan udara biasa (Marques et al. 2025). Selain itu, CA terbukti mengurangi kehilangan bobot serta menekan kerusakan eksternal seperti bercak terpisah pada kulit buah. Namun demikian, penggunaan CA juga menunjukkan dampak negatif berupa peningkatan kerusakan internal, seperti stem end rot dan vascular browning, yang di duga berkaitan dengan lamanya waktu pematangan setelah penyimpanan. (Marques et al. 2025).
Secara keseluruhan, dari ketiga metode penyimpanan suhu dingin, metode Near-Freezing Temperature (NFT) mampu mempertahankan kualitas buah secara komprehensif melalui penekanan respirasi, produksi etilen, aktivitas enzim, serta akumulasi reactive oxygen species (ROS), sehingga memperlambat pelunakan dan meminimalkan chilling injury, serta dinilai paling efektif dalam menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan buah alpukat. Dengan penerapan ini teknologi penyimpanan yang tepat, kerusakkan pascapanen dapat diatasi sehingga kualitas buah tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Gambar ilustrasi dari ketiga metode pendinginan
Chen J, Liu X, Li F, Li Y, Yuan D. 2017. Cold shock treatment extends shelf life of naturally ripened or ethylene-ripened avocado fruits. PLoS One. 12(12). doi: 10.1371/journal.pone.0189991.
Marques R, Bryant P, Joyce D, Campbell J. 2025. Cold storage conditions affect ‘Shepard’ avocado fruit ripening and quality. Journal of Horticultural Science and Biotechnology. 100(2):247–254.doi:10.1080/14620316.2024.2392097.
Qin J, Chen X, Tang X, Shao X, Lai D, Xiao W, Zhuang Q, Wang W, Dong T. 2024. Near-freezing temperature suppresses avocado (Persea americana Mill.) fruit softening and chilling injury by maintaining cell wall and reactive oxygen species metabolism during storage. Plant Physiology and Biochemistry. 210. doi: 10.1016/j.plaphy.2024.108621.



Posting Komentar untuk " TEKNOLOGI PENYIMPANAN DINGIN, BANTU ALPUKAT TETAP SEGAR LEBIH LAMA"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.