Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

RESENSI BUKU FIKSI KARYA IKA NATASSA : Langit Mengambil (Duka yang Tak Bisa Dijelaskan, Luka yang Tak Bisa Dibagi)

RESENSI BUKU FIKSI
KARYA IKA NATASSA : Langit Mengambil (Duka yang Tak Bisa Dijelaskan, Luka yang
Tak Bisa Dibagi)

Resensi Buku Fiksi Karya Ika Natassa
Langit Mengambil: Duka yang Tak Bisa Dijelaskan, Luka yang Tak Bisa Dibagi
Identitas Buku
Judul:Langit Mengambil
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 28 Januari 2026
Tebal: 336 Halaman
Ukuran: 20cm x 13,50 cm
Genre: Fiksi / Literary Fiction

Ada jenis kehilangan yang tidak bisa diratapi dengan tangisan Dan Tidak bisa dijelaskan dengan kalimat, tidak bisa dibagi meski kepada orang terdekat sekalipun. Itulah inti dari novel terbaru Ika Natassa, Langit Mengambil sebuah karya yang hadir bukan untuk menghibur, melainkan untuk menemani pembacanya duduk di tengah keheningan yang paling sunyi.

Ika Natassa kita Dikenal lewat novel-novel yang hangat cinta yang tumbuh pelan, karakter perempuan yang cerdas dan relatable, kota-kota besar sebagai latar yang hidup. Tapi Langit Mengambil berbeda. Ini bukan novel yang akan membuat pembaca tersenyum di akhir bab. Ini novel yang mungkin membuat mereka diam cukup lama setelah halaman terakhir. Novel Langit Mengambil menceritakan kehidupan Tara, seorang perempuan yang mengalami kekerasan seksual hingga kehilangan rahimnya. Peristiwa tersebut membawa perubahan besar dalam hidupnya dan menimbulkan berbagai tantangan dalam proses pemulihan dirinya. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Tara mendapat dukungan dari Raka yang selalu hadir di sisinya.

Melalui kisah ini, penulis menggambarkan perjuangan seseorang dalam menghadapi kehilangan, menerima kenyataan, dan melanjutkan kehidupan setelah mengalami peristiwa traumatis. Tokoh utamanya, Tara, kehilangan rahimnya akibat kekerasan seksual. Kehilangan yang tidak hanya soal tubuh, tapi soal bagian dari diri yang bahkan belum sempat dibayangkan cara kehilangannya. Ika tidak mendramatisasi kejadian ini dengan tangisan panjang atau konfrontasi berapi-api. Ia menulis dengan tenang, hampir hati-hati, seperti sedang memegang sesuatu yang sangat mudah pecah. Dan justru cara itulah yang membuat setiap kalimatnya terasa berat. Raka lelaki yang hadir di sisi Tara,bukan penyelamat, bukan seseorang yang tahu jawaban yang tepat. Ia hanya ada. Tidak pergi. Dalam cerita tentang pemulihan, pilihan seperti inilah yang paling jujur. Pemulihan tidak butuh pahlawan,ia butuh orang yang sabar untuk hadir.

Keputusan Ika menulis dari sudut pandang orang ketiga sesuatu yang tidak biasa baginya ternyata bekerja dengan baik. Ada jarak yang justru memberi ruang. Pembaca tidak digiring untuk merasakan apa yang Tara rasakan; mereka diberi ruang untuk merasakannya sendiri, pada waktu mereka sendiri. Ini juga bukan novel yang hadir tiba-tiba. Sebelum terbit cetak, naskahnya sudah dibaca lebih dari 40.000 kali di platform KBM bukti bahwa pembaca Indonesia sudah lama menunggu cerita yang tidak berpura-pura hidup itu sederhana. Kekurangan Tapi ada dua hal yang perlu dicatat. Pertama, buku ini tidak menyertakan peringatan konten.

Bagi pembaca dengan pengalaman serupa, terjun ke dalamnya tanpa persiapan bisa menjadi sesuatu yang tidak terduga dan tidak selalu dalam artian baik. Ini bukan soal mengurangi kekuatan cerita, tapi soal menghormati pembaca yang datang dengan sejarah mereka sendiri. Kedua, pelaku kekerasan dalam novel ini nyaris tanpa dimensi, dan Raka pun belum cukup berkembang sebagai karakter yang berdiri sendiri. Untuk novel yang secara keseluruhan sangat serius dan cermat, ketidak seimbangannya terasa.

Kelebihan

Terlepas dari itu, Langit Mengambil adalah salah satu novel Indonesia terpenting yang terbit dalam beberapa tahun terakhir bukan karena temanya berat, tapi karena ia mengangkat tema itu dengan integritas. Ika tidak menggunakan trauma sebagai sensasi. Ia menggunakannya untuk berkata bahwa orang yang mengalaminya berhak punya cerita, berhak ada dalam sastra, berhak dibicarakan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Langit Mengambil merupakan novel yang layak dibaca karena menghadirkan tema yang relevan dengan penyampaian yang matang dan menyentuh. Novel ini juga cocok untuk pembaca yang tidak sedang mencari hiburan ringan, tapi sedang mencari sesuatu yang nyata. Yang kadang lebih kita butuhkan.

Diresensi oleh: ZAOPIATUN ARNI

Nim: E1C02410202 (Universitas Mataram




Posting Komentar untuk "RESENSI BUKU FIKSI KARYA IKA NATASSA : Langit Mengambil (Duka yang Tak Bisa Dijelaskan, Luka yang Tak Bisa Dibagi)"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.