Menelusuri Sungai Langkitin Mencari Langkitang - Menuju Festival Seni
Masyarakat Desa Langkitin Bersama Dosen Universitas Rokania dan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Menelusuri Sungai Langkitin Mencari Langkitang
Menurut Hj. Datningsih, warga Desa Langkitin, kegiatan mencari langkitang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu.
Saat mencari langkitang, warga biasanya membawa tangguk yang terbuat dari rotan sebagai alat untuk menangkap langkitang. Selain itu, mereka juga membawa tas samping yang dianyam dari daun pandan untuk menyimpan hasil tangkapan. Setelah semua perlengkapan siap, mereka kemudian turun ke sungai dan menyusuri tepian maupun dasar sungai untuk mencari langkitang yang bersembunyi di antara lumpur dan bebatuan.
Beberapa tokoh masyarakat, pemuda, serta Kepala Desa dan juga Sekretaris Desa Langkitin. Bersama-sama menyusuri aliran Sungai Langkitin untuk mencari hewan sungai berwarna hitam sedikit kekuning-kuningan, bentuknya hampir menyerupai siput yang menjadi inspirasi lahirnya nama Desa Langkitin, banyaknya populasi langkitang menjadi tanda bahwa air sungai tersebut masih jernih dan bersih, sama sekali belum tercemari.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 14.00 WIB pada hari Jum'at, 10 Juli 2026. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin mencintai lingkungan, menjaga kelestarian Sungai Langkitin, serta melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Selepas mencari Langkitang, Masyarakat Desa Langkitin, bersama Dosen Universitas Rokania dan Mahasiswa Universitas Rokania bersama-sama mengunjungi perkebunan semangka yang kebetulan sedang panen, berlokasi tidak jauh dari sungai Langkut untuk melepas lelah.
Penulis : Aulia Wulandari (Novelis, Author, dan Mahasiswa Universitas Rokania)






Posting Komentar untuk "Menelusuri Sungai Langkitin Mencari Langkitang - Menuju Festival Seni"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.