Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

BELESENG Padukan Jogging dan Literasi, Ajak Masyarakat Menemukan Makna dari Buku dan Kehidupan

BELESENG Padukan Jogging dan Literasi, Ajak Masyarakat Menemukan Makna dari Buku dan Kehidupan

ROKAN HULU, 22 Agustus 2026 — Yayasan Lenggok Rokan Hulu kembali menghadirkan kegiatan BELESENG (Bersama Lenggok Senang) Membaca, sebuah gerakan literasi yang memadukan olahraga, membaca, diskusi, dan resensi buku dalam suasana santai dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) pukul 15.30 WIB di Lingkungan Pemda Kabupaten Rokan Hulu.

(Gambar: Kegiatan Beleseng dengan Resensiator Raipan Akbar) 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Rita Arianti, M.Pd. selaku penelaah sastra yang memberikan perspektif terhadap karya yang dibahas. Hadir pula Nuratika, S.Hum., M.Pd., serta Anisa Safitri, M.Pd., dosen Universitas Rokania. Kehadiran para akademisi dan pegiat literasi tersebut turut memperkaya suasana diskusi, terutama dalam mengajak peserta memahami karya sastra secara lebih kritis dan menghubungkannya dengan berbagai persoalan kehidupan.

(Gambar: Kegiatan Beleseng dengan Resensiator Raipan Akbar) 

Kegiatan diawali dengan jogging bersama sebagai bagian dari kampanye hidup sehat. Setelah berolahraga, peserta kemudian mengikuti kegiatan diskusi dan resensi buku yang menghadirkan Raipan Akbar sebagai narasumber.

Buku yang menjadi bahan diskusi adalah Antologi Lengkap A.A. Navis, yang menghimpun karya-karya cerpen sastrawan Indonesia A.A. Navis. Karya tersebut tidak hanya menjadi bahan apresiasi sastra, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk merefleksikan berbagai persoalan kehidupan melalui cerita dan sudut pandang pengarang.

Salah seorang peserta, Ridho Razenda Ritonga, mahasiswa PBSI Universitas Rokania, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan BELESENG.

“Menurut pendapat pribadi saya, setelah mengikuti Bleseng hari ini, saya merasa mendapatkan sesuatu yang baru. Awalnya saya berpikir bahwa Bleseng hanya kegiatan membaca buku yang mungkin terasa membosankan. Namun, ternyata anggapan saya salah,” ungkap Ridho.

Menurutnya, BELESENG tidak sekadar mengajak peserta membaca buku, tetapi juga memberikan ruang untuk berbagi cerita dan menyampaikan pendapat secara terbuka tanpa merasa diintimidasi.

(Gambar: Kegiatan Beleseng dengan Resensiator Raipan Akbar) 

“Di Beleseng, kita bukan hanya membaca buku, tetapi juga bisa berbagi cerita dan menyampaikan pendapat dengan bebas. Dari diskusi tadi, saya menyadari bahwa setiap orang memiliki masalah dan cerita masing-masing,” katanya.

Ridho menilai, mendengarkan pengalaman orang lain membuat dirinya belajar untuk lebih bersyukur. Ia menyadari bahwa persoalan yang dianggap berat oleh seseorang belum tentu lebih berat dibandingkan persoalan yang dihadapi orang lain.

“Kadang kita merasa masalah yang kita hadapi sangat berat, tetapi setelah mendengar cerita dari orang lain, ternyata masih ada orang yang menghadapi persoalan yang jauh lebih berat. Dari situ saya belajar untuk lebih bersyukur dan tidak mudah mengeluh,” tuturnya.

(Gambar: Kegiatan Beleseng dengan Resensiator Raipan Akbar) 

Ia juga mengapresiasi proses diskusi yang memungkinkan peserta mendengarkan pengalaman dan pemikiran peserta lainnya, termasuk cerita yang disampaikan oleh Raipan Akbar.

“Kami bisa mendengarkan, memahami, dan mengulik lebih dalam apa yang disampaikan. Dari buku yang dibahas, kami juga belajar melihat mana yang benar, mana yang perlu dipertanyakan, dan bagaimana mengambil pelajaran dari isi buku tersebut,” lanjut Ridho.

Bagi Ridho, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat dikemas dengan cara yang jauh dari kesan membosankan.

“Bagi saya, Beleseng bukan sekadar kegiatan membaca buku. Bleseng mengajarkan saya untuk berani berbicara, menghargai pendapat orang lain, memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda, dan menemukan pelajaran baru dari buku maupun dari cerita orang lain. Saya merasa Beleseng memberikan pengalaman yang lebih bermakna daripada yang saya bayangkan sebelumnya,” pungkasnya.

(Gambar: Kegiatan Beleseng dengan Resensiator Raipan Akbar) 

Melalui BELESENG, Yayasan Lenggok Rokan Hulu berupaya menghadirkan budaya membaca yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Membaca tidak ditempatkan sebagai aktivitas yang kaku, tetapi sebagai ruang untuk berdialog, berpikir kritis, berbagi pengalaman, dan memahami kehidupan dari berbagai perspektif.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi di Rokan Hulu dengan pendekatan yang sehat, santai, inspiratif, dan partisipatif.

“Sehat Raganya, Cerdas Pikirannya, Tumbuh Literasinya.”

Kegiatan BELESENG diselenggarakan oleh Yayasan Lenggok Rokan Hulu dengan dukungan Universitas Rokania, PBSI Universitas Rokania, dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

 

Penulis : Arnita Adam (Novelis, Jurnalis dan Traveller) 
Editor: Nuratika

 


Posting Komentar untuk "BELESENG Padukan Jogging dan Literasi, Ajak Masyarakat Menemukan Makna dari Buku dan Kehidupan"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.