Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

KKN 134 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

 

KKN 134 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik
Mengolah Limbah Peternakan melalui Fermentasi dengan EM4 dan Gula

Gambar 1. Mahasiswa KKN 134 UMM melakukan persiapan dan penyuluhan
 pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing

Selain mengembangkan pemanfaatan limbah rumah tangga, mahasiswa KKN 134 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga melakukan kegiatan edukasi mengenai pengolahan limbah peternakan menjadi produk yang lebih bermanfaat. Salah satu kegiatan yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing melalui proses fermentasi. Kotoran kambing merupakan salah satu bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, khususnya pada wilayah yang memiliki aktivitas peternakan. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan bau dan mengganggu kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, mahasiswa KKN 134 UMM memperkenalkan cara sederhana untuk mengolahnya menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan pemeliharaan tanaman.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan sekaligus melakukan penyuluhan secara langsung. Bahan utama yang digunakan adalah kotoran kambing lalu dijemur dan dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan air yang berisi larutan EM4 serta gula. EM4 digunakan sebagai sumber mikroorganisme dalam proses fermentasi, sedangkan gula berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme selama proses penguraian bahan organik.

Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan kotoran kambing sebagai bahan dasar. Selanjutnya, larutan yang telah dicampurkan dengan EM4 dan gula diberikan pada bahan organik tersebut secara merata. Campuran kemudian disiapkan untuk menjalani proses fermentasi. Selama proses ini, bahan organik mengalami penguraian oleh mikroorganisme sehingga dapat diolah menjadi pupuk organik yang lebih siap untuk dimanfaatkan. Kegiatan praktik dilakukan secara bersama-sama sehingga masyarakat dapat melihat tahapan pengolahan secara langsung. Mahasiswa KKN 134 UMM juga memberikan pemahaman bahwa pengolahan limbah peternakan tidak harus menggunakan proses yang rumit. Dengan memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh, kotoran kambing dapat diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi lingkungan dan kegiatan bercocok tanam.

Melalui kegiatan ini, KKN 134 UMM berupaya mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah organik di sekitar mereka. Pemanfaatan kotoran kambing sebagai bahan pupuk organik diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah yang lebih bermanfaat sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya lokal.

Gambar 2. Proses pencampuran kotoran kambing dengan
 larutan EM4 dan gula sebagai persiapan fermentasi

Kegiatan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat. Dengan adanya demonstrasi dan praktik langsung, masyarakat diharapkan dapat memahami proses fermentasi serta melihat peluang pemanfaatan limbah peternakan menjadi bahan yang lebih berguna.

 Gambar 3.  Mahasiswa KKN

 

Posting Komentar untuk "KKN 134 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.