Rokan Hulu Borong Piala di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Riau
Rokan Hulu Kembali Jadi Juara Umum FTBI Tingkat Provinsi Riau, Borong Gelar Juara
Pekanbaru, 28 September 2026 - Putra-putri Kabupaten Rokan Hulu mencetak prestasi gemilang dengan meraih sejumlah juara dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Riau yang berlangsung di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, pada Senin (28/9/2026). Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Rokan Hulu sebagai salah satu benteng pelestarian dan pengembangan Bahasa Melayu di bumi Riau.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, para perwakilan dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, tim penyusun modul FTBI, serta para pendidik, orang tua, dan pendukung peserta. Sebanyak tujuh cabang lomba diperlombakan yang mencakup berbagai bidang keterampilan pidato bahasa Melayu, penulisan cerita pendek, Penulisan dan Baca puisi, Penulisan Aksara Arab Melayu, mendongeng .hingga Tembang Tradisi.
Dari seluruh peserta yang dikirim, 13 siswa berprestasi berhasil membawa pulang penghargaan, terdiri dari 7 siswa jenjang SMP dan 6 siswa jenjang SD. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti nyata keseriusan masyarakat dan dunia pendidikan di Rokan Hulu dalam menjaga warisan luhur bangsa, khususnya Bahasa Ibu yang menjadi jati diri budaya Melayu.
Ketua Yayasan Lenggok Rokan Hulu, Nuratika, S. Hum. M. Pd. Bersama tim turut mendukung, melatih dan mengimbaskan FTBI ini, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas capaian para pelajar. "Merawat bahasa ibu, mengharumkan nama daerah." Demikian semangat yang dikumandangkan. Capaian ini bukan sekadar piala, melainkan bukti bahwa generasi muda Rokan Hulu tetap mencintai, memelihara, dan mengembangkan Bahasa Melayu Riau sebagai identitas budaya yang tak ternilai.
Kehadiran para pemangku kepentingan Balai Bahasa Provinsi Riau dalam acara ini juga menjadi pengakuan atas kualitas pembinaan yang dilakukan di daerah. Semangat para siswa ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak-anak Rokan Hulu untuk terus berkarya, menjaga kelestarian budaya, dan mengangkat nama daerah di kancah yang lebih luas.
Dengan keberhasilan ini, Rokan Hulu kembali membuktikan bahwa di tengah arus zaman, warisan luhur nenek moyang tetap terjaga dengan baik di tangan generasi penerus. Prestasi ini menjadi tonggak baru bagi upaya pelestarian Bahasa Ibu di bumi Rokan Hulu, dan diharapkan menjadi pendorong lahirnya tunas-tunas baru yang tumbuh kokoh menjunjung tinggi bahasa, budaya, dan identitas Melayu
Pertanyaan mengenai keberhasilan Rokan Hulu sebenarnya membawa kita pada persoalan yang lebih besar: bagaimana sebuah daerah mampu membangun ekosistem pembinaan bahasa dan sastra daerah secara berkelanjutan?
Prestasi tidak lahir hanya ketika perlombaan dimulai. Di belakang seorang peserta yang berdiri di atas panggung terdapat guru yang melatih, pendamping yang mengarahkan, orang tua yang memberikan dukungan, serta lingkungan yang memberikan ruang kepada anak untuk berlatih dan tampil serta dinas pendidikan Rokan Hulu turut andil besar dalam menetapkan keputusan dan kebijakan untuk kegiatan FTBI.
Pembinaan bahasa ibu juga membutuhkan keberanian untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak mengenal kembali kekayaan bahasa, sastra, tradisi lisan, pantun, cerita, pidato, hingga seni pertunjukan Melayu Riau. Karena itu, keberhasilan Rokan Hulu dalam FTBI menjadi gambaran bahwa ketika pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan, anak-anak daerah mampu bersaing di tingkat provinsi.
Bagi guru pendamping, Erlindawati S. Pd., Gr memgatakan ”eberhasilan FTBI bukan semata-mata tentang membawa pulang piala. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah. Prestasi para peserta Rokan Hulu sekaligus memperlihatkan bahwa bahasa Melayu Riau masih memiliki tempat penting di tengah generasi muda.
Mereka bukan hanya belajar mengucapkan kata-kata dalam bahasa daerah. Mereka belajar berani berbicara, memahami makna budaya, menghargai tradisi, tampil di depan publik, dan membawa identitas daerah ke panggung yang lebih luas” Tuturnya.
”Jawabannya bukan sekadar karena anak-anaknya berbakat. Ada guru, pembina, pendamping, latihan yang panjang, keberanian untuk tampil, dan ekosistem literasi serta kebahasaan yang terus dibangun. Dari panggung FTBI tingkat Provinsi Riau, Rokan Hulu kembali membuktikan bahwa bahasa ibu bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk berprestasi di masa depan.”
Rokan Hulu boleh kembali membawa pulang gelar juara umum. Namun yang jauh lebih penting, mereka juga membawa pulang kebanggaan bahwa bahasa Melayu Riau terus hidup di lidah dan hati generasi mudanya.
Penulis : Arnita Adam
Editor : Nuratika






Posting Komentar untuk "Rokan Hulu Borong Piala di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Riau"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.