Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Balai Bahasa Provinsi Riau Hadirkan Beragam Lomba dan Apresiasi Pelestarian Budaya
Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Balai Bahasa Provinsi Riau Hadirkan Beragam Lomba dan Apresiasi Pelestarian Budaya
PEKANBARU — Balai Bahasa
Provinsi Riau, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menggelar Puncak
Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026 di Pekanbaru, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan beragam lomba, penganugerahan, peluncuran produk
kebahasaan, pelatihan, serta parade bahasa dan sastra sebagai upaya memperkuat
kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa
asing.
Peringatan tahun ini mengusung semangat “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Bermartabat” sebagai pengingat pentingnya bahasa dalam membangun karakter bangsa, memperkuat identitas nasional, serta melestarikan kekayaan budaya daerah.
Sejumlah kegiatan diselenggarakan dengan melibatkan pelajar,
pendidik, dan masyarakat. Adapun perlombaan yang digelar meliputi Lomba Eja
Kata Bahasa Indonesia tingkat SD/MI sederajat se-Provinsi Riau, Lomba Tutur
Cerita Trigatra tingkat SMA/sederajat se-Provinsi Riau, serta Lomba Video
Konten Kebahasaan untuk tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi
se-Provinsi Riau.
Lomba Tutur Cerita Trigatra menjadi salah satu kegiatan yang
menarik karena menantang peserta menyampaikan cerita menggunakan tiga bahasa,
yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu, dan Bahasa Inggris. Melalui kegiatan
ini, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berbahasa
sekaligus mengenal dan memperkenalkan cerita rakyat serta kekayaan budaya Riau.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi Pelatihan Penulisan Fiksi
Mini dengan menghadirkan penulis A. Gong sebagai narasumber, serta Parade
Bahasa dan Sastra yang mengangkat tema “Bahasa dan Karakter Bangsa”.
Tengku Novenia Yahya, S.Pd., Gr., guru pembimbing dari SMA
Negeri 2 Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, menyampaikan apresiasinya terhadap
pelaksanaan lomba yang mengusung semangat Trigatra bahasa tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat baik untuk menumbuhkan
semangat generasi muda dalam mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa
daerah, dan menguasai bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.
“Lomba ini sangat bagus untuk menumbuhkan semangat Trigatra
pada generasi muda, yaitu mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa
daerah, dan menguasai bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Semoga lomba ini
rutin diadakan setiap tahun sebagai wadah bagi anak muda untuk berkreativitas
sekaligus menjadi cara untuk mengenal cerita rakyat Riau,” ungkap Tengku
Novenia Yahya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara
berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar yang memperoleh kesempatan untuk
mengembangkan kemampuan berbahasa, meningkatkan rasa percaya diri, dan
menampilkan kreativitas melalui cerita.
Menurutnya, pengenalan cerita rakyat melalui perlombaan juga
menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga warisan budaya agar tetap
dikenal oleh generasi muda. Dengan demikian, bahasa daerah tidak hanya
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana untuk
mewariskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Penulis: Arnita Adam (Novelis, Jurnalis dan Traveller)
Editor : Nuratika



Posting Komentar untuk "Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Balai Bahasa Provinsi Riau Hadirkan Beragam Lomba dan Apresiasi Pelestarian Budaya"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.