Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Rokan Hulu, Camat dan Bunda Literasi Se-Kecamatan Perkuat Kolaborasi

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Rokan Hulu, Camat dan Bunda Literasi Se-Kecamatan Perkuat Kolaborasi

ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip menyelenggarakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dengan mengusung tema “Penguat Peran Perpustakaan sebagai Pusat Literasi dan Kreativitas Masyarakat Melalui Kolaborasi Berkelanjutan.” Jum'at 6 November 2026 di Perpustakaan dan Badan Arsip Kabupaten Rokan Hulu

(Gambar: Kegiatan penutupan tranformasi perpustakaan di Rokan Hulu)

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, pembelajaran, pemberdayaan, dan kreativitas masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ridarmanto, S.IP., M.IP., selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rokan Hulu, dr. Yeni Dwi Putri selaku Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Rokan Hulu, seluruh camat se-Kabupaten Rokan Hulu, Bunda Literasi Kabupaten Rokan Hulu, para Bunda Literasi dari setiap kecamatan, serta Komunitas Penggerak Literasi Rokan Hulu

(Gambar: Kedatangan bunda literasi Rokan Hulu)

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, TP-PKK, Bunda Literasi, dan komunitas dalam membangun budaya membaca serta mengembangkan kreativitas masyarakat.

Dalam keterangannya, Ridarmanto, S.IP., M.IP., selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rokan Hulu, menekankan bahwa transformasi perpustakaan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan informasi.

Menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah koleksi buku, bangunan, maupun fasilitas, tetapi harus mampu memberikan manfaat dan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

(Gambar: Hadir Bunda Literasi se-Kabupaten Rokan Hulu)

“Perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat. Bukan hanya tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemandirian,” demikian rumusan kutipan untuk Ridarmanto yang perlu dikonfirmasi.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, sekolah, TP-PKK, Bunda Literasi, dan komunitas dalam mengembangkan program literasi yang berkelanjutan. Sementara itu, dr. Yeni Dwi Putri selaku Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Rokan Hulu memberikan perhatian khusus terhadap peran keluarga dalam membangun budaya literasi.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Kebiasaan membaca, mengenal buku, dan mencintai pengetahuan perlu ditanamkan sejak dini melalui pendampingan orang tua.

(Gambar: Panitia memperlihatkan hasil karya peserta)

“Budaya literasi harus dimulai dari keluarga. Ibu memiliki peran penting dalam mengenalkan buku kepada anak-anak, membangun kebiasaan membaca, dan menciptakan lingkungan keluarga yang mencintai ilmu pengetahuan. Karena itu, Bunda Literasi dan kader PKK harus menjadi penggerak dalam menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat,” demikian rumusan kutipan yang perlu disesuaikan dengan penyampaian langsung dr. Yeni Dwi Putri.

Ia berharap Bunda Literasi Kabupaten dan seluruh Bunda Literasi kecamatan dapat mengambil peran aktif dalam menggerakkan kegiatan membaca, mendongeng, menulis, serta berbagai aktivitas edukatif di lingkungan masing-masing.

(Gambar: Panitia di kegiatan tranformasi perpustakaan di Rokan Hulu)

Dalam kesempatan yang sama, Nuratika, M.Hum., selaku Ketua Penggerak Literasi Rokan Hulu dari Yayasan Lenggok Rokan Hulu, menyampaikan bahwa gerakan literasi membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca buku semata, tetapi harus berkembang menjadi gerakan yang mampu melahirkan kreativitas, produktivitas, dan karya nyata.

“Gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, camat, Bunda Literasi, sekolah, komunitas, dan seluruh masyarakat. Kita ingin literasi tumbuh dari keluarga, bergerak di desa, berkembang di sekolah, dan menjadi budaya di Kabupaten Rokan Hulu. Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup, tempat masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga belajar, berkarya, dan berbagi pengetahuan," ujarnya. 

(Gambar: Ketua Yayasan Lenggok Rokan Hulu menghadiri kegiatan)

Ia juga berharap keberadaan komunitas literasi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas kegiatan membaca, menulis, diskusi buku, pelatihan, serta pengembangan kreativitas masyarakat.

Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial diharapkan mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi melalui kegiatan diskusi buku, pelatihan menulis, kelas keterampilan, pengembangan literasi digital, kegiatan seni dan budaya, hingga pelatihan kewirausahaan.

Keterlibatan seluruh camat dan Bunda Literasi kecamatan menjadi kekuatan penting dalam memperluas gerakan literasi di wilayah masing-masing. Dukungan TP-PKK juga diharapkan mampu memperkuat budaya membaca yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Sementara itu, komunitas literasi seperti Yayasan Lenggok Rokan Hulu dapat menjadi mitra dalam menghadirkan kegiatan kreatif, membangun ruang diskusi, mempertemukan para penulis dengan masyarakat, serta mendorong lahirnya karya-karya baru.

(Gambar: Kepala Dinas memperlihatkan hasil karya peserta)

"Melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, perpustakaan, dan komunitas, Kabupaten Rokan Hulu diharapkan mampu membangun ekosistem literasi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan rumah pengetahuan, ruang kreativitas, dan tempat lahirnya perubahan," ujar H.Khalfisri, S.Pt, MM. selaku ketua panitia pelaksana kegiatan ini

Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi tentang bagaimana pengetahuan mampu mengubah cara berpikir, melahirkan karya, meningkatkan keterampilan, dan membangun masa depan masyarakat.

 

Penulis : Arnita Adam (Novelis, Jurnalis dan Traveller)
Editor  : Nuratika

 

Posting Komentar untuk "Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Rokan Hulu, Camat dan Bunda Literasi Se-Kecamatan Perkuat Kolaborasi"

Kami menerima Kiriman Tulisan dari pembaca, Kirim naskah ke dengan subjek sesuai nama rubrik ke https://wa.me/+6282388859812 klik untuk langsung terhubung ke Whatsapp Kami.