“Sumpah yang Terluka” Penampilan Yayasan Lenggok Rokan Hulu di Pasar Seni Taman Budaya Riau
Lenggok Rokan Hulu Sukses Tampilkan “Sumpah yang Terluka” pada Pasar Seni Budaya Provinsi Riau 2026 di Pekanbaru
PEKANBARU, 7 November 2026 – Tim Lenggok Rokan Hulu sukses menampilkan pertunjukan drama monolog teaterikal berjudul “Sumpah yang Terluka” dalam kegiatan Pasar Seni Budaya Provinsi Riau yang berlangsung di Pekanbaru, Sabtu (7/11/2026).
Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi komunitas seni dan literasi Kabupaten Rokan Hulu dalam memperkenalkan karya seni pertunjukan yang mengangkat persoalan kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Drama monolog teaterikal “Sumpah yang Terluka” menghadirkan
pesan mendalam tentang realitas kehidupan, khususnya berbagai persoalan sosial
yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Melalui kekuatan dialog, ekspresi,
penghayatan karakter, dan pesan yang disampaikan, pertunjukan ini mengajak
penonton untuk merenungkan berbagai sisi kehidupan manusia.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Rokan Hulu beserta jajarannya sebagai bentuk dukungan terhadap
kreativitas, pengembangan seni, budaya, dan literasi daerah.
Sebanyak 43 pemeran, yang terdiri atas siswa-siswi tingkat SD dan SMP/sederajat dari Kabupaten Rokan Hulu, berhasil memukau para penonton melalui penampilan drama monolog teaterikal “Sumpah yang Terluka”. Dengan penuh penghayatan, ekspresi, dan kepercayaan diri, para pelajar tersebut mampu membawakan setiap karakter dengan baik, sekaligus menyampaikan pesan sosial yang menyentuh dan menginspirasi.
Salah seorang warga Pekanbaru sekaligus pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Tengku Hafiza, yang menyaksikan langsung pertunjukan tersebut, mengungkapkan kekagumannya terhadap penampilan tim dari Rokan Hulu.
Menurut Tengku Hafiza, pertunjukan yang dibawakan Lenggok Rokan Hulu sangat menarik karena mengangkat kehidupan nyata yang terjadi di tengah masyarakat.
“Penampilan dari Rokan Hulu sangat menarik. Cerita yang ditampilkan menggambarkan kehidupan yang memang terjadi di masyarakat. Jadi, penonton tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan, tetapi juga diajak untuk memahami dan merasakan pesan yang disampaikan melalui drama tersebut,” ungkap Tengku Hafiza.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas komunitas Lenggok Rokan Hulu yang terus bergerak melalui kegiatan seni, budaya, dan literasi.
Keberhasilan penampilan ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota tim, mulai dari pemain, kru, hingga para pendamping yang telah mempersiapkan pertunjukan dengan penuh dedikasi.
Ketua rombongan sekaligus sutradara dan penulis naskah, Edy Warsoni, memimpin tim dalam membawa karya tersebut ke panggung Pasar Seni Budaya Provinsi Riau. Pertunjukan ini dipersiapkan sebagai media penyampaian pesan sosial melalui seni teaterikal.
Partisipasi Lenggok Rokan Hulu dalam Pasar Seni Budaya Provinsi Riau menjadi bukti bahwa komunitas daerah memiliki ruang dan kemampuan untuk menghadirkan karya kreatif yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Tim Lenggok Rokan Hulu menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu, atas dukungan dan perhatian yang diberikan sehingga tim dapat mengikuti kegiatan Pasar Seni Budaya Provinsi Riau di Pekanbaru.
Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah
membantu proses persiapan, keberangkatan, pendampingan, dan pelaksanaan
pertunjukan, termasuk para pemain, kru, pendamping, serta semua pihak yang
telah memberikan dukungan moril maupun materiil.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada masyarakat Pekanbaru yang telah menyaksikan dan memberikan respons positif terhadap pertunjukan “Sumpah yang Terluka”.
Muhammad Hafizd Alzuhri dari SMP Islam Teknologi Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, yang berperan sebagai tokoh pejabat dalam drama monolog teaterikal “Sumpah yang Terluka”, mengungkapkan pengalaman dan perasaannya saat tampil.
“Awalnya, sebelum tampil, saya merasa deg-degan karena harus tampil di tingkat provinsi dan disaksikan oleh banyak orang. Namun, ketika parade dan pertunjukan dimulai, rasa percaya diri mulai muncul. Setelah seluruh rangkaian penampilan selesai, ada rasa bangga dan bahagia karena saya mendapat kesempatan menjadi bagian dari kegiatan Pasar Seni Budaya Provinsi Riau ini. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya dan menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan diri serta lebih banyak berkarya ke depannya,” ungkap Muhammad Hafizd Alzuhri.
Bagi Lenggok Rokan Hulu, panggung bukan sekadar tempat untuk
tampil, melainkan ruang untuk menyampaikan suara, menyuarakan realitas, merawat
kebudayaan, dan menghadirkan pesan kemanusiaan melalui seni.
Penulis: Arnita Adam (Novelis Jurnalis dan Traveller)
Editor: Nuratika
.jpeg)
.jpeg)


Posting Komentar untuk "“Sumpah yang Terluka” Penampilan Yayasan Lenggok Rokan Hulu di Pasar Seni Taman Budaya Riau"
Silahkan tinggalkan komentar untuk respon atau pertanyaan, kami akan balas secepat mungkin.